Grid.ID - Terungkap dugaan penyebab ribuan siswa keracunan MBG di Bandung Barat. Waktu pembelian dan pengolahan ayam yang tidak tepat jadi sorotan.
Banyaknya kasus siswa yang keracunan MBG (Makan Bergizi Gratis) menjadi perhatian baru. Khususnya di Kabupaten Bandung Barat, kasus keracunan bahkan sudah tembus 1.333 orang dari tiga kejadian yang berbeda di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas.
Badan Gizi Nasional (BGN) turut menyoroti kasus tersebut. Pihaknya kini menemukan fakta mengejutkan dalam proses investigasinya.
Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang menegaskan bahwa peristiwa ini di luar nalar. Bahan baku ayam yang digunakan sudah tidak segar.
Menurutnya, ayam yang dijadikan lauk untuk MBG dibeli pada Sabtu, namun baru dimasak empat hari kemudian, tepatnya pada Rabu. Hal ini pun membuat miris masyarakat.
"Saya juga tidak mentoleransi bahan baku, bahan baku yang dipakai bila tidak fresh. Karena kejadian di Bandung ini sungguh di luar nalar," jelas Nanik, dikutip dari Tribun Jakarta.
Selain kesegaran bahan baku, pola penyimpanan bahan juga menjadi perhatian Nanik. Terlebih jumlah ayam yang disimpan mencapai ratusan ekor.
"Memang kalau di rumah ya enggak apa-apa itu dua ayam kita nyimpannya. Tapi, kalau 350 ayam, freezer mana yang kuat menyimpan? Jadi ada berbagai hal, kami sudah mengeluarkan tindakan-tindakan," tambahnya.
Diketahui berdasarkan data Dinas Kesehatan Bandung Barat, jumlah korban keracunan MBG terus bertambah. Hingga Kamis (25/9/2025), total korban mencapai 1.333 orang.
Kasus pertama terjadi di klaster SPPG Cipari pada 22-25 September 2025 dengan 393 korban. Kasus kedua menimpa 192 orang di Cihampelas.
Kemudian kasus ketiga berasal dari dapur SPPG di Desa Neglasri, Citalem dan Cijambu. Total kasus keracunan mencapai 201 orang.
| Source | : | Grid.ID,Tribun Jakarta |
| Penulis | : | Ines Noviadzani |
| Editor | : | Nesiana |