Grid.ID - Jawa Barat disebut sebagai daerah dengan angka PHK tertinggi di Indonesia. Dedi Mulyadi lalu buka suara sampai ungkap penyebabnya.
Nama Dedi Mulyadi kembali menjadi sorotan publik usai Jabar disebut menjadi daerah dengan angka PHK tertinggi di Indonesia. Sang Gubernur Jabar itu lalu bongkar penyebabnya.
Dedi Mulyadi buka suara soal Jabar jadi daerah dengan angka PHK tertinggi di Indonesia. Sang Gubernur Jabar ungkap penyebabnya.
Provinsi Jawa Barat tercatat sebagai daerah dengan jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) tertinggi sepanjang Agustus 2025. Menurut data dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), secara nasional terdapat 830 pekerja yang terkena PHK.
Angka ini menurun 288 orang dibandingkan bulan Juli 2025 yang mencapai 1.118 pekerja. Dari total tersebut, Jawa Barat menyumbang sekitar 261 kasus PHK, disusul Sumatra Selatan dengan 113 orang, serta Kalimantan Timur dengan 100 pekerja.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa tingginya angka tersebut dipengaruhi oleh jumlah penduduk serta skala industri yang paling besar di Indonesia.
"Jadi, misalnya industri terganggu satu persen, kita pasti terganggunya paling gede karena jumlahnya paling banyak dibanding dengan industri di tempat lain yang lebih sedikit," ujar Dedi, Selasa (16/9/2025), dikutip dari TribunJabar.id.
Saat ini, kata Dedi, investasi di Jawa Barat mulai tumbuh lagi dan sistem penerimaan tenaga kerjanya pun akan menerapkan sistem pelayanan tenaga kerja online.
"Tahun depan karyawan di Subang, di Bekasi juga mulai rekrut ya. Jadi ya, memang ada yang berhenti tetapi juga ada ruang untuk masuk," katanya.
Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengumumkan daftar provinsi dengan angka pemutusan hubungan kerja (PHK) tertinggi selama Agustus 2025. Berdasarkan data yang dimuat di laman Satu Data Kemenaker, tercatat ada 830 pekerja yang terkena PHK pada bulan tersebut.
Jawa Barat (Jabar) menduduki posisi pertama dengan kontribusi 29,07 persen dari total laporan PHK, yakni sebanyak 261 orang. Setelahnya, Sumatera Selatan mencatat 113 pekerja dan Kalimantan Timur sebanyak 100 orang. Provinsi lain yang juga termasuk dalam daftar dengan PHK cukup tinggi adalah Jawa Timur (51 orang), DKI Jakarta (48 orang), Sulawesi Selatan (38 orang), serta Banten (36 orang).
| Source | : | Kompas.com,TribunJabar.id,satudata.kemnaker.go.id |
| Penulis | : | Fidiah Nuzul Aini |
| Editor | : | Fidiah Nuzul Aini |