Grid.ID - Aksi Dedi Mulyadi ucap permintaan maaf menyita perhatian publik. Hal ini rupanya bermula usai dirinya sadar sering dikritisi media massa soal kinerjanya sebagai Gubernur Jawa Barat.
Meski begitu, Dedi Mulyadi tak marah, ia malah memberikan apresiasi terhadap media massa yang bersikap kritis. Pasalnya, Dedi merasa kehadiran media penting untuk menjaga keseimbangan demokrasi.
Serta ikut andil memastikan arah pembangunan yang berpihak kepada masyarakat. Termasuk untuk Jawa Barat yang lebih baik.
"Pagi hari ini juga saya mengucapkan terima kasih pada teman-teman media yang begitu kritis terhadap apa yang kami lakukan di Pemprov Jabar," ujar Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari Kompas.com, Rabu (17/9/2025).
"Daya kritis media itu akan membangun keseimbangan demokrasi dan check and balance. Sehingga pembangunan akan lebih berpihak kepada masyarakat.
Dan untuk itu mari kita bersama-sama membangun spirit transparansi dan utamakan kehidupan masyarakat yang lebih luas dalam kinerja pembangunan yang kita lakukan," imbuh Dedi Mulyadi.
Tak berhenti sampai di situ, Dedi Mulyadi ucap permintaan maaf pula terkait kinerjanya di pemerintahan. Dimana belum bisa memuaskan semua pihak.
Kendati demikian, Dedi tetap berjanji akan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Jawa Barat.
"Saya juga mohon maaf apabila kinerja yang saya lakukan belum memuaskan semua orang. Tetapi setidaknya meski belum memuaskan semua orang.
Saya akan terus berusaha memberikan yang terbaik kepada masyarakat Jawa Barat dan menegakkan prinsip-prinsip transparansi dalam seluruh pengelolaan pembangunan," beber Dedi Mulyadi dikutip dari Tribunnews.com.
Terakhir, usai Dedi ucap permintaan maaf, ia juga mengajak seluruh masyarakat Jawa Barat untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.