Grid.ID - Olahraga padel tengah menjadi tren di berbagai kota di Indonesia. Popularitasnya terus meningkat berkat permainan yang seru sekaligus menyehatkan.
Melansir Tribun Health, padel dikenal mampu mendorong pelepasan endorfin, hormon yang berperan mengurangi stres dan memperbaiki suasana hati. Aturannya pun sederhana, sehingga mudah dipahami oleh siapa saja.
Dikutip dari International Journal of Environmental Research and Public Health, padel juga terbukti membantu meningkatkan detak jantung dan sirkulasi darah. Manfaat ini sangat baik untuk menjaga kesehatan kardiovaskular.
Menariknya, olahraga ini tidak hanya digemari anak muda. Kalangan lanjut usia (lansia) pun mulai melirik padel sebagai cara untuk tetap aktif bergerak. Namun, amankah padel untuk lansia?
Pelatih padel Merlano Skiva Sumual menegaskan bahwa padel termasuk olahraga yang ramah bagi usia lanjut, asalkan disesuaikan dengan kemampuan tubuh.
“Memang rata-rata diminati anak muda, tapi untuk usia lanjut yang ingin belajar dan main padel masih boleh,” kata Merlano dikutip dari Kompas.com, Senin (12/5/2025).
Ia juga menambahkan bahwa dirinya melatih beberapa klien berusia lanjut yang tetap bersemangat mencoba padel.
“Banyak yang usia lanjut mau coba main padel. Bahkan saya pun punya klien yang umurnya sudah 64 tahun dan masih enak main padel,” ujarnya.
Menurut pelatih dari Padel Pro ini, padel sangat memungkinkan dimainkan lansia karena sifat permainannya lebih santai dibanding olahraga raket lain seperti tenis.
“Padel ini ukuran lapangannya lebih kecil dari tenis dan dimainkan ganda, sehingga untuk lansia masih boleh. Terlebih padel ini kan lebih fun permainannya,” jelas Merlano.
Keunggulan lain padel adalah teknis permainannya yang lebih sederhana. Beberapa aturan fleksibel membuat pertandingan tetap berjalan seru tanpa membebani pemain secara fisik.
Baca Juga: Bolehkah Main Padel Memakai Bola Tenis? Berikut Penjelasannya
| Source | : | Kompas.com,Tribun Health |
| Penulis | : | Ragillita Desyaningrum |
| Editor | : | Nesiana |