Grid.ID- Inilah kronologi lolosnya proyek laptop Chromebook yang menyeret nama Nadiem Makarim. Kejaksaan Agung diketahui telah menetapkan lima tersangka dalam kasus pengadaan laptop berbasis Chromebook untuk program digitalisasi pendidikan.

Salah satunya adalah mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Nadiem ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (4/9/2025).

Kasus ini lantas menimbulkan pertanyaan besar di kalangan publik. Sebenarnya bagaimanakah kronologi lolosnya proyek laptop Chromebook hingga menyeret nama eks Menteri?

Awal Mula Pembahasan di Grup WhatsApp

Mengutip Kompas.com, Sabtu (6/9/2025), kronologi kasus ini dimulai jauh sebelum Nadiem Makarim resmi menjabat. Pada Agustus 2019, terbentuk grup WhatsApp bernama Mas Menteri Core Team. Grup ini berisi Nadiem, Jurist Tan, dan Fiona Handayani yang kemudian menjadi orang dekatnya di kementerian.

Di grup itu, mereka sudah membicarakan program digitalisasi pendidikan dan pengadaan laptop berbasis sistem operasi Chrome. Fakta ini menjadi kunci dalam membongkar kronologi lolosnya proyek laptop Chromebook sejak awal.

Penunjukan Konsultan dan Koordinasi Intens

Pada 19 Oktober 2019, Nadiem dilantik menjadi menteri. Setelah itu, koordinasi semakin intensif. Jurist Tan, staf khususnya, ditugaskan untuk berhubungan dengan Ibrahim Arief, seorang konsultan teknologi.

Desember 2019, Nadiem secara langsung menugaskan Jurist untuk memfasilitasi Ibrahim masuk sebagai konsultan di Kemendikbudristek. Dari sinilah skema pengadaan mulai terarah ke Chromebook.

Pertemuan dengan Google Indonesia

Pada Februari 2020, Nadiem bertemu pihak Google Indonesia. Dalam pertemuan itu, dibahas program Google for Education dengan perangkat berbasis Chromebook.

Baca Juga: Kronologi Zaskia Adya Mecca Digeruduk Netizen usai Sindir Pertemuan Driver Ojol dengan Gibran, Sedih Postingan Sarkasnya Banyak Disalahpahmi!

Halaman Selanjutnya

Source : Kompas.com,kompas.id
Penulis : Mia Della Vita
Editor : Nesiana

Tag Popular

#berita artis hari ini

#Nathalie Holscher

#imlek

#ngawi

#tahun baru china

#bintang

#meninggal dunia

#Bandung

#Indonesia

#Aurel Hermansyah