Grid.ID - Menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 2025, umat Islam di seluruh dunia kembali bersiap merayakan momen penting dalam sejarah Islam ini. Maulid Nabi jatuh setiap tanggal 12 Rabiul Awwal dalam kalender Hijriah, yang menandai hari kelahiran Rasulullah SAW.
Setiap tahunnya, peringatan ini disemarakkan dengan berbagai tradisi khas, salah satunya Sekaten, sebuah agenda budaya keagamaan yang rutin digelar di Yogyakarta dan Surakarta.
Sekaten biasanya diikuti dengan pasar malam selama sebulan penuh, dan ditutup dengan kirab gunungan dalam acara Grebeg Maulud, sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.
Namun, lebih dari sekadar tradisi, Maulid Nabi memiliki nilai spiritual yang mendalam. Lantas, apa sebenarnya tujuan utama dari memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW?
Tujuan Maulid Nabi Muhammad SAW
Secara umum, peringatan Maulid Nabi bertujuan untuk:
1. Mengenang sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW
2. Meneladani akhlak dan sifat-sifat mulia Rasulullah
3. Menjalankan syariat dan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari
Melalui Maulid Nabi, umat Islam diajak untuk lebih mendalami sosok Rasulullah SAW, bukan hanya sebagai pemimpin agama, tetapi juga sebagai panutan dalam akhlak dan kehidupan sosial.
Pemahaman terhadap sejarah kelahiran Nabi, perjuangan dakwahnya, serta warisan yang beliau tinggalkan seperti Al-Qur’an merupakan langkah awal dalam menumbuhkan cinta kepada beliau.
Baca Juga: Jelang Maulid Nabi Muhammad SAW 2025, Ini 5 Tradisi Unik yang Masih Dilestarikan di Indonesia
| Source | : | Kompas.com,Tribunnews.com |
| Penulis | : | Siti M |
| Editor | : | Siti M |