Grid.ID - Menjelang peringatan Maulid Nabi 2025, penting untuk mengetahui sejarah di balik tradisi yang telah lama dirayakan umat Islam ini. Ada berbagai versi mengenai kapan tepatnya perayaan Maulid Nabi pertama kali digelar.
Peringatan Maulid Nabi dilakukan setiap tanggal 12 Rabiul Awwal dalam Kalender Hijriah. Sejak berabad-abad lalu, mayoritas negeri-negeri Muslim di dunia melaksanakan peringatan Maulid Nabi dengan beragam cara.
Sejarah Maulid Nabi 2025: Tradisi yang Telah Ada Sejak Abad ke-8 Masehi
Menurut laman NU Jabar, perayaan Maulid Nabi sudah ada sejak abad kedua Hijriah atau sekitar abad ke-8 Masehi.
Dalam kitab Wafa’ul Wafa bi Akhbar Darul Mustafa, Nuruddin Ali menjelaskan bahwa seorang tokoh penting bernama Khaizuran pada tahun 170 H (786 M) memerintahkan masyarakat Madinah dan Mekkah untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram.
Khaizuran yang berpengaruh pada masa Dinasti Abbasiyah ini mendorong perayaan tersebut agar teladan dan ajaran Nabi Muhammad tetap hidup dan menginspirasi umat Islam. Versi lain menyebutkan bahwa Dinasti Fatimiyah adalah pelopor pertama perayaan Maulid Nabi.
Dinasti yang berkuasa antara abad ke-4 hingga abad ke-6 Hijriah (abad ke-10 hingga ke-12 Masehi) ini, dipimpin oleh Abu Tamim, khalifah keempat, yang tidak hanya menginisiasi Maulid Nabi tapi juga memperingati berbagai hari besar lainnya seperti Hari Asyura dan Maulid Ali.
Sementara itu, pendapat dari Ibnu Katsir menyatakan bahwa Sultan Abu Said Muzhaffar Kukabri (549-630 H), Gubernur Ibril di Irak, menggelar peringatan Maulid Nabi secara besar-besaran. Pada momen itu, Sultan Muzhaffar mengundang ulama, ahli tasawuf, serta masyarakat, memberikan hadiah, menjamu tamu, dan bersedekah kepada kaum miskin sebagai bagian dari perayaan.
Ada pula versi yang menyebut Salahuddin Al Ayyubi, pendiri Dinasti Ayyubiyah pada abad ke-12, sebagai pelopor perayaan Maulid Nabi. Salahuddin, yang dikenal sebagai jenderal legendaris dalam memerangi tentara Salib dan merebut Yerusalem, diyakini membuat perayaan ini sebagai upaya untuk membangkitkan semangat umat Islam saat menghadapi peperangan.
Meski perayaan Maulid Nabi 2025 tidak secara langsung dianjurkan oleh Rasulullah dan terdapat perbedaan pendapat mengenai awal mula tradisi ini, Maulid tetap menjadi momentum penting bagi umat Islam.
Perayaan ini menjadi sarana mengingat sosok Nabi Muhammad, memperkuat iman dan ketakwaan, serta menyatukan umat di berbagai wilayah, termasuk Indonesia, hingga kini. (*)
Baca Juga: Jelang Maulid Nabi Muhammad SAW 2025, Ini 5 Tradisi Unik yang Masih Dilestarikan di Indonesia
| Source | : | Kompas.com,NU Online |
| Penulis | : | Siti M |
| Editor | : | Siti M |