Grid.ID - Asuransi sering kali dipandang sebagai pengeluaran tambahan dalam berbisnis. Namun bagi publik figur sekaligus pengusaha, Nadia Mulya, keberadaan asuransi justru menjadi bagian penting dari strategi menjaga keberlanjutan usaha. Melalui keterlibatannya dalam beberapa lini bisnis, ia menekankan bahwa proteksi aset dan operasional usaha adalah hal yang tidak bisa diabaikan.
Dalam sebuah kesempatan di Jakarta Selatan pada Selasa (26/8/2025), Nadia mengungkapkan bahwa meski usaha yang ia rintis tergolong kecil, risiko tetap ada. Pernyataan ini menegaskan bahwa skala usaha tidak mengurangi potensi risiko yang dapat mengganggu kelangsungan bisnis.
"Nah, ini menarik karena ketika pertama saya dengar, saya sempat konsultasi dulu, karena usaha saya kan juga ada, ya kecil-kecilan tapi ada beberapa ya. Ada yang bergerak dalam bidang jasa, tapi kemudian saya melihat, tapi kan jasa itu dia ada tempatnya, dia ada studio. Salah satu usaha yang saya rintis bersama dengan rekan saya, Indra Herlambang, itu adalah untuk pelatihan komunikasi," ujar Nadia Mulya di kawasan Jakarta Selatan pada Selasa (26/8/2025).
Nadia juga menyoroti risiko eksternal yang bisa datang dari luar kendali. Ia menyadari bahwa sekalipun ia dan timnya tertib, ancaman dapat muncul dari pihak lain.
Risiko seperti kebakaran, kerusakan, atau bencana lain adalah alasan kuat bagi pelaku usaha untuk memiliki perlindungan asuransi.
"Nah, itu walaupun kecil, tapi kita memiliki sebuah studio lengkap dengan semua alat-alatnya. Jadi kemarin saya juga bahas gitu dengan teman-teman saya, oke ini penting sekali, karena kan kita tempatnya itu kita ada beberapa usaha lain di situ. We never know. Mungkin kita yang tertib, tapi mungkin dari tenant-tenant yang lain ya misalnya, mereka yang... we never know ya, seperti kata Ibu Judith tadi, bahwa bisa saja ada percikan api dari sebelah, ada hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.
Tidak hanya di sektor jasa, Nadia juga mengelola usaha yang berfokus pada lingkungan. Ia menekankan bahwa nilai aset yang dimiliki, seperti mesin daur ulang, sangat besar. Pernyataan ini menunjukkan bahwa proteksi melalui asuransi tidak hanya melindungi aset fisik, tetapi juga memberikan ketenangan bagi pengusaha.
"Jadi memang itu sangat penting dan saya juga di Langit Biru, saya juga di Dharmadaya, itu kan adalah usaha-usaha lingkungan tapi tetap ada aset-asetnya. Apalagi asetnya adalah mesin-mesin daur ulang gitu kan besar-besar juga. Jadi, menurut saya sangat penting. Dengan segala macam potensi risiko yang ada, ya another peace of mind kita untuk berbisnis," ujarnya.
Lebih lanjut, Nadia menekankan bahwa asuransi seharusnya dilihat sebagai bagian dari biaya operasional, bukan beban tambahan. Artinya, alokasi biaya untuk asuransi justru lebih efisien dibandingkan menanggung kerugian besar ketika risiko terjadi.
"Dan kan sebenarnya namanya bisnis, segala sesuatu jika dimasukkan ke dalam cost, ya udah, bisnis bisa terus jalan, we add up to that cost. Dibandingkan kita cost kecil itu kita hilangkan, sesuatu yang terjadi dan kemudian operasional kita terganggu," ujar Nadia.
Pada akhirnya, Nadia menekankan pentingnya perencanaan matang dalam bisnis. Ia menunjukkan bahwa asuransi bukan sekadar pilihan, melainkan bagian integral dari strategi keberlangsungan usaha jangka panjang.
Baca Juga: Mooryati Soedibyo Pendiri Mustika Ratu Meninggal Dunia, Nadia Mulya Merasa Kehilangan Figur Ibu
"Penting banget, terutama dalam bisnis semuanya itu kan harus ada strateginya, selalu harus dikalkulasikan," sambungnya. (*)
| Penulis | : | Christine Tesalonika |
| Editor | : | Nesiana |