Grid.ID - Dukun pengganda uang yang sudah habisi 11 orang kini menjadi sorotan. Satu korban yang lolos kini beri kesaksian.
Sosok Ibin kini sedang ramai diperbincangkan publik. Dukun pengganda uang itu tega habisi nyawa 11 orang.
Berikut kronologi dukun pengganda uang yang sudah habisi 11 orang. Satu korban lolos beri kesaksiann yang di luar dugaan.
Masih ingat kasus misterius pasangan suami istri yang ditemukan tewas di atas tumpukan batu di Tegal, Jawa Tengah?
Pasangan itu, Muhammad Rosikhi (37) dan Nur Azizah Turokhmah (34), warga Desa Datar, Kecamatan Warungpring, Pemalang, ditemukan tak bernyawa pada Minggu pagi (10/8/2025) di dekat jembatan Kali Rambut. Awalnya, warga menduga keduanya meninggal wajar. Sebab, hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Warungpring tak menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
Namun, setelah penyelidikan, terkuak bahwa keduanya diracun oleh Ibin (63), seorang dukun asal Tegal yang mengaku bisa menggandakan uang.
Ibin (63), pria asal Tegal yang mengaku sebagai dukun pengganda uang, ternyata menjalankan aksinya dengan cara licik: menggunakan racun sianida. Ia mencampurkan potasium sianida (potas) ke dalam kopi, lalu menyuruh para korbannya meminumnya.
Minuman beracun itu diberikan setelah korban diyakinkan bahwa ritual tersebut merupakan tahap terakhir agar uang mereka bisa berlipat ganda.
"Tersangka memperdaya korban dengan cara memerintahkan untuk meminum kopi tersebut di tempat sepi dan harus di atas jam 12 malam," terang Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio saat konferensi pers di Mapolda Jateng, Kota Semarang, Rabu (20/8/2025), seperti dikutip Tribun Jatim
Saat dihadirkan ke publik, Ibin terlihat duduk di kursi roda mengenakan baju tahanan biru. Kaki kirinya terbalut plastik akibat luka parah usai terlindas truk, yang tak kunjung sembuh selama setahun terakhir.
Kondisi itu semakin diperparah oleh penyakit diabetes yang ia derita. Walau dalam kondisi demikian, Ibin tetap berhasil menghabisi nyawa korban dengan cara memperdayanya.
Saat Tribun mencoba melakukan wawancara, pria asal Dukuh Malang, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal itu hanya terdiam tanpa sepatah kata pun. Dwi menjelaskan, peristiwa pembunuhan tersebut bermula ketika korban termakan bujuk rayu pelaku yang mengaku mampu menggandakan uang.
| Source | : | Kompas.com,TribunJatim.com |
| Penulis | : | Fidiah Nuzul Aini |
| Editor | : | Fidiah Nuzul Aini |