Grid.ID- Sebuah tragedi memilukan terjadi di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Sebuah sumur minyak ilegal meledak pada Minggu (17/8/2025). Beginilah kronologi ledakan sumur minyak ilegal di Blora ini.

Ledakan tersebut menyebabkan kebakaran hebat yang menewaskan tiga orang dan melukai dua lainnya, termasuk seorang balita. Hingga Senin malam, api masih terus berkobar, memaksa puluhan keluarga untuk mengungsi demi keselamatan.

Mengutip Kompas.com, Selasa (19/8/2028), kronologi ledakan sumur minyak ilegal ini bermula saat sejumlah warga sedang melakukan pengeboran minyak sekitar pukul 11.30 WIB. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora, Mulyowati, menjelaskan bahwa aktivitas pengeboran ini dilakukan tanpa menyadari adanya gas beracun.

Tiba-tiba, terjadi ledakan yang memicu percikan api. Meski api sempat membesar, beberapa warga, termasuk ibu-ibu yang sedang mengambil minyak, tidak menyadari bahayanya. Sayangnya, ledakan kedua terjadi, membuat api menyambar tubuh warga dan menyebar dengan cepat.

Dikutip dari TribunBanten.com, korban yang meninggal dunia adalah Tanek (60), Sureni (52), dan Wasini (50). Sementara itu, dua korban luka kritis, Yeti (25) yang merupakan anak dari Sureni, dan cucu Sureni yang masih berusia 1 tahun 9 bulan, dilarikan ke RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Rumah Sureni yang berada di dekat sumur juga ludes terbakar, menyebabkan 50 kepala keluarga harus mengungsi.

Sumur Ilegal dan Ancaman Bahaya

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah memastikan bahwa sumur yang terbakar ini berstatus ilegal. Menurut Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 14 Tahun 2025, masyarakat hanya diizinkan untuk memanfaatkan sumur yang sudah ada, bukan membuat sumur baru. Sumur di Dukuh Gendono ini adalah sumur baru yang tidak memiliki izin dari SKK Migas maupun Pertamina.

Berdasarkan laporan, di Desa Gandu sendiri terdapat 60 sumur minyak, dan 10 di antaranya berada di area padat penduduk. Keberadaan sumur-sumur ini, terutama yang tanpa izin, sangat membahayakan warga sekitar.

Awal mula munculnya sumur-sumur minyak ini saat warga Desa Gandu kesulitan mendapatkan sumber air bersih. Bahkan, warga harus membeli air saat musim kemarau tiba. Saat seorang warga melakukan pengeboran, yang didapat bukanlah air bersih, melainkan minyak.

"Dulunya itu sulit untuk pengeboran air bersih, ada salah satu warga yang mengebor dapat minyak, kemudian dari orang luar desa ada yang mendengar bahwa di Desa Gandu ini terdapat sumber minyak. Terus banyak warga yang lain ingin mengebor tanah di dekat rumahnya."

"Akan tetapi banyak juga warga yang tidak mempunyai modal, maka ada investor yang mau membiayai untuk mengebor sumur minyak. Sebagian sumur minyak ada yang milik warga," jelas Kepala Desa Gandu, Iwan Sucipto, dikutip dari TribunBanten.com.

Kendati demikian, pihaknya juga sering mengingatkan bahaya dari keberadaan sumur minyak di area pemukiman. "Saya juga sering mengingatkan agar jangan mengebor minyak di area dekat rumah. Tapi ya dengan adanya ini masyarakat baru terasa," jelasnya.

Halaman Selanjutnya

Source : KOMPAS.com,Tribun Banten
Penulis : Mia Della Vita
Editor : Irene Cynthia

Tag Popular

#berita artis hari ini

#harimau

#Ammar Zoni

#paskah

#anak

#pegawai

#Indonesia

#meninggal dunia

#maia estianty

#viral