Grid.ID- Dedi Mulyadi dikritik Ma'ruf Amin soal penghapusan dana hibah pesantren. Bagaimana respon sang Gubernur Jawa Barat?

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan tanggapannya terkait kritik yang dilontarkan Ma'ruf Amin. Diketahui, mantan wakil presiden Indonesia era Joko Widodo itu menyoroti tentang kebijakan pemberhentian bantuan hibah untuk pondok pesantren di Jawa Barat.

Menurut Ma'ruf, hal tersebut adalah sebuah kesalahan besar. Dedi pun merespon dengan mengatakan bahwa pemerintah Provinis Jawa Barat tak menghapus bantuan itu, melainkan menunda untuk dilakukan evaluasi.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kebijakan yang diambil adalah langkah evaluasi dan bukan penghapusan. Selama masa bebenah itu, penyaluran dana hibah ke pesatren akan ditunda sementara waktu.

“Nggak apa-apa, saya ucapkan terima kasih buat Pak Kiai yang telah mengoreksi saya. Jadi pemerintah provinsi bukan menghilangkan bantuan hibah pesantren, tapi menunda untuk dilakukan evaluasi,” ujar Dedi Mulyadi, dilansir dari TribunJabar.id.

Dedi lalu menegaskan bahwa evaluasi itu dilakukan untuk memastikan distribusi bantuan bisa lebih merata. Menurutnya, selama penyaluran hibah yang telah dilakukan, cenderung hanya terfokus di dua daerah yaitu Tasikmalaya dan Garut, sementara pesantren di daerah lain belum banyak tersentuh.

“Tetapi yakinlah apa yang saya lakukan demi kepentingan umat agar nanti distribusinya tepat sasaran, sesuai peruntukannya, dan berkeadilan. Artinya, tidak menumpuk hanya di Kabupaten Garut dan Tasikmalaya,” tambahnya.

Sementara itu, Ma'ruf Amin sebelumnya memberikan kritik dengan menyebut bahwa penghentian hibah ini tidak sejalan dengan pemerintah pusat. Hal ini lantaran pihak nasional diketahui memperkuat peran pondok pesantren melaui Undang-Undang Pesantren.

“Itu satu kesalahan besar. Di pusat kita mendukung dengan Undang-Undang Pesantren. Kok malah di Jawa Barat anomali, tidak sejalan apa yang dilakukan pusat,” kata Ma’ruf Amin.

Ma'ruf juga menekankan tentang pentingnya pesantren dalam perjalanan bangsa. Dia menilai bahwa pesantren bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi juga pusat peradaban yang telah melahirkan pemimpin dan banyak tokoh bangsa.

“Dia tidak tahu peran pesantren terhadap negara dan bangsa ini besar sekali. Baik melahirkan orang-orang yang berpartisipasi dalam berbangsa, menjadi pemimpin bangsa, mengubah perilaku masyarakat, dan itu pesantren yang ikut berperan. Dia berpikir anomali itu harus diluruskan" ujar Ma'ruf.

Baca Juga: Bikin Salfok! Dedi Mulyadi Hadiri Upacara 17 Agustus di Jawa Barat Bareng Sosok Cantik Ini, Netizen Terharu

Halaman Selanjutnya

Source : TribunJabar.id,Kompas
Penulis : Faza Anjainah Ghautsy
Editor : Nesiana

Tag Popular

#berita artis hari ini

#Nathalie Holscher

#ngawi

#imlek

#tahun baru china

#bintang

#meninggal dunia

#Bandung

#Indonesia

#Aurel Hermansyah