Grid.ID- Seorang dokter dipaksa buka masker depan pasien penderita TBC di RSUD Sekayu. Videonya viral di media sosial. Berikut kronologinya.

Baru-baru ini terdapat video viral yang menunjukkan seorang dokter dimaki hingga dipaksa untuk buka masker oleh keluarga pasien TBC. Adapun, insiden itu diketahui terjadi di RSUD Sekayu yang ada di Jl. Bupati Oesman Bakar, lkr 1, Kayu Ara, Kec. Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan.

Adapun dokter yang menjadi korban itu bernama Syahpri Putra Wangsa, Sp.PD-KGH, FiNASIM merupakan spesialis ginjal di RSUD Sekayu. Saat itu dia dimaki hingga dipaksa membuka masker di depan pasien TBC (Tuberkulosis), yakni penyakit yang menyerang paru-paru dan organ yang bisa menular apabila penderita batuk, bersin, tertawa, hingga berbicara.

Sementara itu, penyebab insiden itu diduga karena adanya kesalahpahaman, di mana keluarga pasien meminta pulang, namun ditolak lantaran sampel dahak yang belum memadai sehingga dilanjutkan untuk pemeriksaan. Keluarga pasien juga tidak puas dengan pelayanan RSUD Sekayu yang dinilai lambat untuk pindah ruangan.

Selain itu, pihak keluarga pasien juga kurang memahami penjelasan medis terkait sampel dahak yang belum cukup untuk memeriksa TBC yang diduga diderita pasien. Syahpri diketahui juga dituduh sebagai dokter abal-abal.

Melansir dari Tribunjabar.id, untuk awal insiden ini terjadi, yaitu pada Jumat (8/8/2025), pasien itu masuk ke Ruang Leban RSUD Sekayu, pada pukul 21.05 WIB dari IGD. Pihak RS lalu melakukan edukasi dan orientasi ruangan, serta merencanakan pemeriksaan dahak TCM (Tes Cepat Molekuler) karena pasien dicurigai TBC.

Lantaran kesadaran pasien menurun dan kesulitan untuk berkomunikasi, maka pengambilan dahak tak bisa dilakukan. Selanjutnya, pada 9 - 11 Agustus 2025, kondisi pasien terus dipantau mulai dari kadar gula hingga tekanan darahnya.

Saat itu, kondisi pasien belum bisa batuk efektif yang menyebabkan sampel dahak masih terlalu sedikit. Dokter kemudian menjelaskan hal tersebut kepada keluarga dan mengatakan bahwa pasien belum bisa dipindahkan ke ruangan lain sampai hasil TCM keluar.

Pada Senin (11/8/2025), dokter Syahpri memeriksa pasien dan menjelaskan bahwa dahak masih belum cukup untuk pemeriksaan labolatorium. Keesokan harinya pukul 06.30 WIB, dokter melakukan kunjungan dan saat itu keluarga minta agar pasien dipindahkan, namun hal itu tetap ditolak dokter karena pemeriksaan TCM masih belum selesai.

Adapun, keluarga pasien mengatakan akan tetap membawa pulang pasien jika dahak tak kunjung keluar. Hal ini lantaran mereka merasa tak ada kepastian dari pihak rumah sakit terkait pemindahan dan perawatan pasien.

Saat keluarga pasien bertanya tentang cara lain untuk memastikan diagnosis TBC, dokter Syahpri mengatakan bahwa ada alternatif yaitu dengan pemeriksaan radiologi foto rontgen (thorax). Namun, dia menegaskan bahwa hal itu tetap harus dilakukan setelah pemeriksaan dahak atau TCM sehingga pasien belum diperkenankan untuk pulang.

Baca Juga: Gagal Beri Dukungan Langsung, Dokter Oky Pratama Kecewa Tak Diizinkan Masuk dalam Sidang Nikita Mirzani

Halaman Selanjutnya

Source : TribunJabar.id,Kompas
Penulis : Faza Anjainah Ghautsy
Editor : Ayu Wulansari K

Tag Popular

#tahun baru china

#berita artis hari ini

#bintang

#Nathalie Holscher

#imlek

#Bandung

#ngawi

#Okie Agustina

#Indonesia

#meninggal dunia