Grid.ID- Mengenal konsep Mingle Wedding dalam pesta pernikahan pengantin. Berikut dengan tipsnya.
Pernikahan menjadi salah satu momen paling berharga dalam hidup yang dirancang seistimewa mungkin oleh setiap pasangan. Gaya perayaan pun kini semakin beragam mengikuti perkembangan zaman dan preferensi pribadi.
Di tengah tren pernikahan modern, banyak pasangan mulai mencari konsep yang tidak hanya berkesan tetapi juga lebih dekat secara emosional. Pilihan konsep yang unik dan berbeda pun semakin diminati untuk menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi pengantin maupun tamu.
Menurut laman Merriam-Webster, istilah mingle dalam mingle wedding berarti "berbaur" atau "bercampur". Dalam konsep pernikahan ini, kedua mempelai tidak hanya diam di satu tempat, melainkan aktif berinteraksi dan menyapa para tamu yang hadir.
Tujuannya adalah untuk membagikan kebahagiaan secara langsung serta menunjukkan apresiasi atas kehadiran dan waktu para undangan. Model resepsi seperti ini menciptakan suasana yang lebih santai, jauh dari kesan formal dan kaku.
Interaksi yang terjadi pun terasa lebih hangat dan personal. Para tamu memiliki kesempatan untuk memberikan ucapan selamat secara langsung, meskipun tetap disarankan tidak terlalu lama agar pasangan pengantin bisa menjangkau semua tamu.
Melansir dari Kompas.com, konsep ini umumnya lebih sering ditemukan dalam budaya barat, di mana resepsi pernikahan memberi kebebasan bagi pengantin untuk bergerak dan berbaur. Berbeda dengan kebiasaan di Indonesia, yang umumnya menempatkan pengantin di atas panggung atau pelaminan, sementara tamu yang menghampiri untuk memberi salam.
Tidak ada aturan baku tentang siapa yang harus dihampiri lebih dulu dalam mingle wedding. Namun, sebagaimana disarankan oleh The Wedding Secret, pasangan pengantin sebaiknya memprioritaskan untuk menyapa tamu yang tidak mereka kenal dekat, serta tamu yang datang dari lokasi yang jauh.
Agar waktu berbaur lebih efektif, disarankan agar pengantin tidak hanya berinteraksi dengan keluarga atau teman dekat. Hal ini karena mereka biasanya sudah sering bertemu dalam berbagai kesempatan lain, termasuk setelah acara pernikahan.
Dalam percakapan selama berbaur, pengantin bisa membahas berbagai hal ringan selain sekadar menerima ucapan selamat atau mengucapkan terima kasih. Salah satu topik yang bisa ditanyakan, misalnya pendapat tamu mengenai jalannya acara atau menu makanan yang disediakan.
Pertanyaan seperti ini bisa membuat tamu merasa dihargai. Selain itu, hal tersebut juga bisa menjadi kesempatan bagi pasangan untuk mengumpulkan masukan terkait layanan pernikahan yang telah mereka gunakan.
Baca Juga: Jangan Tunggu Retak, Inilah 7 Tanda Pasutri Butuh Konseling Pernikahan
| Source | : | Weddingku,Kompas |
| Penulis | : | Faza Anjainah Ghautsy |
| Editor | : | Nesiana |