Grid.ID - Deolipa Yumara menjadi saksi mata perkelahian Sunan Kalijaga dan kuasa hukum Reza Gladys, Julianus Paulus Sembiring. Sunan Kalijaga dan kuasa hukum Reza Gladys berkelahi usai mengisi acara debat di salah satu stasiun televisi.
Deolipa Yumara menyebut bahwa keributan memang umum terjadi terutama di antara laki-laki. Deolipa Yumara mengatakan bahwa keributan tersebut berawal dari kkata-kata.
“Namanya laki-laki, dari ribut-ribut kata-kata menjadi ribut-ribut fisik,” ujar Deolipa Yumara di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (12/8/2025).
Aksi Sunan Kalijaga dan kuasa hukum Reza Gladys berkelahi usai mengisi acara debat di salah satu stasiun televisi cukup disesalkan. Terlebih perselisihan tersebut berawal dari saling ejek nama satu sama lain.
“Tapi itu kita sesalkan, ya. Antara kelompoknya Sunan Kalijaga dengan kelompoknya Sembiring, Julius Sembiring. Itu dari kata-kataan mengenai nama,” terang Deolipa Yumara.
Perselisihan itu sendiri berawal dari Sunan Kalijaga yang memanggil Julianus Paulus Sembiring dengan panggilan ‘anus’. Kemudian dibalas Julianus Paulus Sembiring dengan memanggil Sunan Kalijaga dengan nama ‘kali’.
“Julianus Sembiring dipanggilnya Anus. Sunan Kalijaga dipanggilnya Kali,” ujarnya.
Aksi ejek-mengejek itu sendiri diikuti dengan sensitivitas antara dua pengacara. Kondisi itu yang membuat suasana memanas hingga akhirnya terjadi keributan.
“Tapi kan itu biasa karena nama masing-masing, kan? Cuman, konteks itu kan berubah menjadi distorsi. Itu yang kemudian menjadi persoalan. Tapi akhirnya, ribut itu,” tutup Deolipa Yumara.
Seperti diberitakan sebelumnya, Sunan Kalijaga dan Julianus Paulus Sembiring terlibat perseteruan usai acara debat di salah satu televisi swasta. Dalam acara itu sendiri, hadir pula Fahmi Bachmid, kuasa hukum Nikita Mirzani juga Deolipa Yumara, praktisi hukum. (*)
| Penulis | : | Hana Futari |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |