Grid.IDInilah tiga tokoh yang merumuskan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia. Kini menjadi sorotan jelang HUT ke-80 RI.

Proklamasi kemerdekaan Indonesia dapat terlaksana pada 17 Agustus 1945, berkat peran banyak tokoh. Lalu siapa yang merumuskan naskah proklamasi kemederkaan Indonesia?

Jelang HUT ke-80 RI, berikut ini kisah tiga tokoh yang merumuskan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Diketahui, Naskah proklamasi yang dibacakan pada hari itu, pukul 10.00 WIB, dirumuskan oleh para tokoh hanya beberapa jam sebelumnya. Naskah proklamasi dirumuskan di rumah Laksamana Maeda pada 17 Agustus 1945, pukul 03.00 WIB. Naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia dirumuskan oleh Soekarno, Mohammad Hatta, dan Achmad Soebardjo.

Perumusan teks proklamasi oleh tiga tokoh

Pada 15 Agustus 1945, usai Jepang menyatakan menyerah kepada Sekutu, para wakil dari golongan muda menemui Soekarno dan Hatta untuk mendesak agar kemerdekaan segera diproklamasikan keesokan harinya. Permintaan itu ditolak oleh Soekarno-Hatta. Keduanya tetap bersikeras agar sidang PPKI dilaksanakan terlebih dahulu sebelum proklamasi, demi menghindari bentrokan dengan tentara Jepang.

Perbedaan pandangan tersebut memicu terjadinya Peristiwa Rengasdengklok, di mana Soekarno dan Hatta “dibawa” oleh para tokoh muda ke Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat. Pada pagi hari tanggal 16 Agustus 1945 pukul 06.00, Soekarno dan Hatta dijemput menuju Rengasdengklok untuk kembali mendapat tekanan agar segera memproklamasikan kemerdekaan.

Situasi menegang itu mereda setelah Achmad Soebardjo, salah satu tokoh dari golongan tua, datang menjemput mereka dan memberikan jaminan bahwa proklamasi akan dilakukan di Jakarta pada 17 Agustus 1945. Setelah kembali dari Rengasdengklok, Soekarno-Hatta langsung menuju rumah Laksamana Maeda untuk menyusun teks proklamasi, usai terlebih dahulu menemui pejabat Jepang.

Naskah proklamasi disusun oleh Soekarno, Mohammad Hatta, dan Achmad Soebardjo pada dini hari tanggal 17 Agustus 1945. Dalam penyusunan itu, Achmad Soebardjo menyumbangkan ide untuk kalimat pembuka naskah: “Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.”

Bung Hatta kemudian memberikan masukan pada bagian kedua yang berbunyi: “Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.”

Teks hasil perumusan tersebut ditulis tangan oleh Soekarno. Setelah selesai, naskah tersebut diketik oleh Sayuti Melik dengan pendampingan Burhanuddin Mohammad Diah.

Baca Juga: Jelang HUT ke-80 RI, Inilah Arti di Balik Formasi Paskibraka di Upacara 17 Agustus

Halaman Selanjutnya

Source : Kompas.com,tribunnews
Penulis : Fidiah Nuzul Aini
Editor : Fidiah Nuzul Aini

Tag Popular

#tahun baru china

#berita artis hari ini

#bintang

#Nathalie Holscher

#imlek

#Bandung

#ngawi

#Okie Agustina

#Indonesia

#meninggal dunia