Grid.ID - Film Merah Putih kini mendapat kritik tajam dari publik. Biaya produksi film animasi tersebut capai Rp 6,7 miliar sampai dapat sentilan dari Hanung Bramantyo.
Film animasi asal Indonesia berjudul Merah Putih One For All menuai kritik tajam dari warganet karena kualitas animasinya dinilai kurang memadai untuk standar zaman sekarang. Rencana penayangannya di bioskop menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI pun memicu rasa penasaran netizen terkait proses produksi dan besaran anggaran yang digunakan.
Berikut kronologi Film Merah Putih panen kritikan publik. Biaya produksi disebut mencapai Rp 6,7 miliar sampai mendapat sentilan dari Hanung Bramantyo.
Diketahui, film anismasi tersebut disebut memiliki tampilan grafis yang kaku dan alur cerita yang kurang menarik ini disebut menelan biaya Rp 6,7 miliar. Anggaran yang digelontorkan untuk proyek ini dinilai sangat besar, namun hasil akhirnya dianggap masih berada di bawah standar film animasi independen Indonesia yang tayang di YouTube.
Hal ini membuat warganet menelusuri siapa saja sosok di balik produksi film tersebut. Banyak yang ingin tahu lebih jauh tentang perusahaan pembuatnya.
Berdasarkan informasi dari laman 21cineplex.com, Merah Putih One For All diproduksi oleh rumah produksi Perfiki Kreasindo, yang berada di bawah naungan Yayasan Pusat Perfilman H. Usmar Ismail. Film ini diproduseri oleh Toto Soegriwo sebagai produser utama, sementara posisi produser eksekutif dipegang oleh Sonny Pudjisasono.
Adapun sutradara sekaligus penulis skenario adalah Endiarto dan Bintang Takari, di mana Bintang Takari juga bertugas sebagai animator visual utama dalam proyek ini. Nama-nama di balik layar tersebut menuai tanda tanya, mengingat mereka belum dikenal luas di industri film.
Yang lebih mengejutkan, film ini ternyata dikerjakan dalam waktu kurang dari dua bulan, tepatnya sejak Juni 2025. Pada awal Agustus, trailer-nya sudah dirilis melalui kanal YouTube Perfiki TV, CGV Kreasi, dan Historika Film.
Namun, bukannya mendapatkan pujian, film ini justru diserbu kritik keras hanya beberapa hari sebelum penayangan perdana di bioskop pada 14 Agustus 2025. Cinema XXI pun mengumumkan adanya promo tiket seharga Rp17 ribu khusus pada 17 Agustus 2025.
Melihat proses pengerjaan yang dinilai tergesa-gesa, warganet pun semakin penasaran mengenai siapa pihak sponsor di balik film ini. Terlebih, anggaran produksinya mencapai Rp 6,7 miliar, namun tetap berhasil menembus layar lebar.
Berdasarkan sinopsis, Merah Putih One For All bercerita tentang antusiasme warga desa dalam menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia. Sekelompok anak terpilih menjadi “Tim Merah Putih” untuk menjaga bendera pusaka—bendera yang selalu dikibarkan pada upacara 17 Agustus setiap tahun.
| Source | : | Kompas.com,21cineplex.com |
| Penulis | : | Fidiah Nuzul Aini |
| Editor | : | Fidiah Nuzul Aini |