Grid.ID- Sebuah gereja terancam disita bank di Cianjur lantaran menunggak utang. Sang pendeta lalu menangis meminta bantuan kepada Gubernur Dedi Mulyadi.

Seorang pendeta di Cianjur menangis di hadapan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi lantaran gerejanya terancam disita oleh bank karena menunggak utang. Pendeta bernama Paripurna Simatupang ini mengatakan bahwa tanah gereja dijadikan jaminan ke Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan tidak terbayar sehingga kini ada di ambang penyitaan.

Dalam video yang dibagikan Dedi Mulyadi, terlihat sang pendeta menangis sambil sesekali menunduk ke bahu Gubernur Jabar tersebut. Adapun, Dedi mengatakan bahwa kasus tersebut merupakan murni perkara perdata.

"Kalau gereja disita BPR, berarti harus bangun gereja baru. Itu lebih mahal, harus beli tanah lagi, urus izin lagi, dan kadang berpotensi menimbulkan konflik lingkungan, apalagi ini di Cianjur," ujar Dedi, dilansir dari Kompas.com.

Sementara itu, utang yang menjerat gereja itu diketahui mencapai Rp 6 miliar. Dedi lalu mengatakan bahwa membayar tunggakan lebih bijak daripada membangun dari awal, sehingga dia berjanji akan memberikan solusi untuk masalah tersebut.

"Saya akan cari teman-teman yang sama-sama Kristen, para pengusaha Kristen, untuk membantu membayar tunggakan ke BPR sehingga gerejanya tetap berdiri dan BPR terlunasi," kata Dedi.

Selain itu, Dedi juga berencana untuk menemui pihak pengadilan guna meminta penundaan proses penyitaan. Dia akan menggalang dukungan dari jemaat Kristiani dan pengusaha agar dana bisa terkumpul.

"Tugas saya memfasilitasi. Saya koordinasi dengan para pengusaha Kristen dan jemaat untuk melunasi. Kita selamatkan gereja ini," tegasnya.

Dedi juga meminta agar ibadah jemaat dilanjutkan sambil dia mengusahakan untuk membantu pelunasan utang gereja. Melansir dari akun Instagram @dedimulyadi71, pendeta tersebut juga menjelaskan kronologi awal mengapa permasalahan tersebut terjadi.

Adapun, tanah gereja tersebut diketahui merupakan tanah hibah dari Pendeta Timbul. Sebelum meninggal, diketahui dia mewakafkan tanahnya itu untuk gereja.

"Dulu tanah diberikan hibah oleh missionaris, jadi dihibahkan pada Pendeta Timbul, pengadilan kemudian sebelum beliau meninggal, beliau berwakaf 'saya tolong dikuburkan depan gereja', " ujar pendeta Paripurna.

Baca Juga: Atasi Masalah Sampah, Dedi Mulyadi Terapkan Sistem Reward and Punishment di Seluruh Wilayah Jawa Barat

Halaman Selanjutnya

Source : Instagram,Kompas
Penulis : Faza Anjainah Ghautsy
Editor : Ayu Wulansari K

Tag Popular

#berita artis hari ini

#harimau

#Ammar Zoni

#paskah

#anak

#pegawai

#Indonesia

#meninggal dunia

#maia estianty

#Lucinta Luna