Grid.ID - Beberapa waktu belakangan publik tengah ramai membahas soal royalti lagu di kafe yang membuat pengusaha ketakutan dan enggan memutar lagu Bahasa Indonesia. Hal itu pun juga membuat Ariel NOAH takut masyakarat tak mau lagi menyanyikan lagu Bahasa Indonesia.
Seperti yang diketahui, selama ini banyak pengusaha kafe atau restoran yang mengeluhkan pemutaran musik di ruang publik diwajibkan membayar royalti. Hal itu mencuat usai viral kasus pelanggaran hak cipta musik oleh PT Mitra Bali Sukses (Mie Gacoan).
Hal ini lantas membuat banyak pengusaha resah. Ditambah lagi banyak bisnis di bidang tersebut kini tengah lesu.
Alhasil, banyak pula cafe yang beralih dengan memutar musik alam atau musik dari luar negeri dibandingkan musik Indonesia. Dan ya, hal itu pun terdengar pula ke telinga Ariel NOAH.
Mengetahui hal tersebut, Ariel NOAH sebagai musisi dan penyanyi angkat bicara. Ya, Ariel sebenarnya khawatir terkait polemik masalah royalti lagu yang berkepanjangan.
Pasalnya hal ini bisa berdampak besar. Salah satunya yang Ariel khawatir orang-orang akan takut menyanyikan lagu Bahasa Indonesia. Dan lebih memilih lagu luar.
"Saya khawatir takutnya kalau polemik royalti ini berkepanjangan, orang-orang jadi takut nyanyikan lagu Bahasa Indonesia dan memilih lagu luar," ujar Ariel NOAH dikutip Grid.ID dari postingan Instagram @rumpi_gosip.
Ariel NOAH juga menyinggung soal Indonesia yang jadi salah satu pendengar musik terbesar di Asia. Dan masyarakat juga masih banyak yang mendengarkan dan menyukai musik dan lagu Bahasa Indonesia.
Apabila hal ini dipersulit, dan polemik soal royalti lagu di kafe tak kunjung menemukan solusi, akan menjadi kerugian besar.
"Kita perlu tahu Indonesia itu salah satu pendengar musik terbesar di Asia loh. Bahkan masyarakat kita masih senang sama lagu sendiri.
Coba lihat negara lain masyarakatnya suka lagu luar. Ini harus kita jaga," tandas Ariel NOAH.
Baca Juga: Ariel NOAH Ungkap Momen sang Ayah Meninggal Dunia, Ternyata Mantan Luna Maya Menyesal karena Hal ini