Grid.ID - Sejarah paskibraka Indonesia jelang HUT ke-80 RI. Ternyata terbentuk pada 17 Agustus 1945 dari gagasan Mayor Husein Mutahar.
Ada sejarah panjang di balik pembentukan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Indonesia. Sejarah tersebut kemudian tertuang dalam Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Nomor 14 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 0065 Tahun 2015 tentang Penyelanggaran Kegiatan Pengibar Bendera Pusaka.
Jelang HUT ke-80 RI, begini sejarah paskibraka Indonesia. Ternyata terbentuk pada 17 Agustus 1945 dari gagasan Mayor Husein Mutahar.
Melansir dari Tribunnews.com, perintah itu diberikan dalam rangka peringatan HUT ke-1 RI. Sebagai informasi, pada tahun tersebut ibu kota Indonesia dipindahkan ke Yogyakarta.
Saat mendapat perintah dari Soekarno, Mutahar memiliki gagasan sebaiknya pengibaran bendera pusaka dilakukan oleh para pemuda dari seluruh penjuru tanah air. Namun, ia hanya mampu mengumpulkan 5 pemuda, 3 putra dan 2 putri, karena merasa gagasannya tak mungkin diwujudkan.
Lima pemuda itu berasal dari berbagai daerah yang kebetulan sedang berada di Jakarta. Namun, berhubung pada saat itu tidaklah memungkinkan untuk mendatangkan para pemuda dari penjuru nusantara, maka Mutahar hanya bisa menghadirkan lima orang pemuda.
Pengibaran bendera di Yogyakarta berlangsung dengan cara yang sama sampai tahun 1949. Muhtahar tak lagi mengurusi pengibaran bendera pusaka saat ibu kota kembali ke Jakarta pada 1950.
Pengibaran bendera pusaka pada setiap 17 Agustus diurusi Rumah Tangga Kepresidenan sampai tahun 1966, dan digelar di Istana Negara. Pada 1967, Mutahar dipanggil oleh presiden saat itu, Soeharto.
Ia diminta mengurusi masalah pengibaran bendera pusaka. Berangkat dari gagasannya di tahun 1946 saat du Yogyakarta, Mutahar kemudian mengembangkan formasi pasukan pengibar bendera pusaka.
Mutahar merumuskan formasi pengibar bendera pusaka terdiri dari Pasukan 17 sebagai penggiring (pemandu), Pasukan 8 sebagai pembawa bendera (inti), dan Pasukan 45 sebagai pengawal.
Dikutip disparpora.ngawikab.go.id, jumlah tersebut merupakan simbol dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945 (17-8-45). Saat itu, Mutahar melibatkan putra daerah Jakarta dalam tugas pengibaran bendera pusaka.
Baca Juga: 8 Ide Lomba 17 Agustus untuk Sambut HUT ke-80 RI, Suasana Perayaan Hari Kemerdekaan Dijamin Seru!
| Source | : | Tribunnews.com,disparpora.ngawikab.go.id |
| Penulis | : | Fidiah Nuzul Aini |
| Editor | : | Fidiah Nuzul Aini |