Grid.ID - Dua Pegawai Negeri Sipil (PNS) kepergok adu jotos gegara rebutan LC karaoke di Kudus. Bupati sampai turun tangan dan minta maaf.
Media sosial diramaikan oleh kabar mengenai dua aparatur sipil negara (ASN) atau PNS dari Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang terlibat baku hantam di tempat karaoke saat jam dinas. Peristiwa adu fisik antara dua pegawai negeri ini diduga terjadi pada Selasa (8/7/2025) sekitar pukul 15.00 WIB di sebuah tempat karaoke yang berada di wilayah Kabupaten Pati.
Kronologi 2 PNS adu jotos gegara rebutan LC di Kudus berawal dari mabuk. Akibat kejadian tersebut, Bupati Kudus sampai minta maaf.
Kabar awal mencuat dari unggahan akun Facebook bernama Bang Jago, yang menyebut dua pria tersebut diduga merupakan pejabat setingkat Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) di salah satu instansi milik Pemerintah Kabupaten Kudus. Dugaan yang beredar menyebutkan bahwa kedua ASN itu terlibat baku pukul karena saling berebut seorang pemandu karaoke atau ladies companion (LC).
“Kepala UPT di Kudus ngerum, karaoke, mabuk-mabukan pada jam kerja di kafe karaoke berujung adu jotos rebutan LC/PK,” tulis akun tersebut.
Video Jadi Sorotan, Bupati Kudus Sampaikan Permintaan Maaf
Menanggapi hebohnya informasi tersebut, Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris akhirnya memberikan klarifikasi. Ia meminta maaf kepada masyarakat atas tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh dua ASN tersebut.
“Tentunya kami minta maaf, mungkin ada ketidaknyamanan dari masyarakat. Kami akan tindak tegas apabila ada ASN yang melanggar norma etika,” ujar Sam'ani, dikutip dari TribunJateng.com.
Sam'ani juga menegaskan agar seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan ASN di Kudus menjaga etika, sopan santun, serta marwah sebagai pelayan publik.
Inspektur Kabupaten Kudus, Eko Djumartono, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait peristiwa tersebut dan akan segera mengambil langkah tindak lanjut. Ia menyebutkan bahwa dua ASN yang terlibat berasal dari instansi yang sama.
“Meski tidak ada laporan resmi, kami tetap harus mencermati yang terjadi di masyarakat, termasuk tersebarnya informasi melalui media sosial,” jelas Eko, dikutip Kompas.com.
| Source | : | Kompas.com,Facebook,TribunJateng.com |
| Penulis | : | Fidiah Nuzul Aini |
| Editor | : | Fidiah Nuzul Aini |