Grid.ID - Brigadir Nurhadi tewas di kolam renang sebuah vila di Gili Trawangan kini menjadi sorotan. Sebelumnya anggota polisi itu kepergok merau wanita penghibur atasannya sampai pesta narkoba.

Brigadir Muhammad Nurhadi, seorang anggota polisi yang berasal dari Narmada, Lombok Barat, ditemukan meninggal dunia di kolam renang sebuah penginapan di kawasan Gili Trawangan, Lombok Utara, pada Rabu (16/4/2025). Kejadian ini mengejutkan publik dan turut menyeret dua perwira kepolisian, yakni Kompol Made Yogi dan Ipda Haris Chandra, serta seorang wanita berinisial M, yang kini ditetapkan sebagai tersangka.

Kronologi tewasnya Brigadir Nurhadi. Anggota polisi tersebut sebelum meninggal dunia sempat kepergok merayu wanita penghibur atasannya sampai pesta narkoba di vila.

Melansir dari Kompas.com, menurut keterangan kuasa hukum M, Yan Mangandar, kliennya diajak oleh Kompol Yogi dari Bali untuk berlibur ke Lombok pada tanggal 16–17 April 2025. Selama perjalanan tersebut, M difasilitasi dengan akomodasi, transportasi, dan diberi uang sebesar Rp10 juta. Saat tiba di Pelabuhan Senggigi, M dijemput oleh Kompol Yogi bersama Brigadir Nurhadi, Ipda Haris, serta seorang wanita bernama MP.

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Gili Trawangan melalui Pelabuhan Teluk Nara. Yogi dan M menginap di Villa Tekek, sementara Haris, Nurhadi, dan MP menginap di Hotel Natya yang lokasinya tak jauh dari villa. Pada malam hari saat kejadian, seluruh rombongan berkumpul di villa dan diketahui mengonsumsi ekstasi serta Riklona, sejenis obat penenang yang dibawa oleh M dari Bali atas permintaan Yogi.

Dalam keadaan terpengaruh zat tersebut, M melihat Nurhadi mencium MP. Karena merasa terganggu menganggap MP sebagai pasangan Haris, M pun menegur keduanya.

Setelah itu, MP dan Haris kembali ke kamar mereka. Nurhadi tetap berada di kolam renang, sementara M duduk sendirian. Sekitar pukul 19.55 Wita, M sempat merekam Nurhadi melalui video berdurasi 7 detik.

Ketika M kembali dari kamar mandi, ia melihat Nurhadi sudah tak sadarkan diri di kolam. Ia langsung membangunkan Yogi, yang kemudian bergegas mengangkat tubuh Nurhadi dari dasar kolam dan membawanya ke fasilitas medis terdekat.

Sayangnya, nyawa Nurhadi tidak tertolong. Hasil pemeriksaan EKG menunjukkan bahwa jantungnya sudah berhenti berdetak sejak pukul 22.14 Wita.

Hasil pemeriksaan autopsi oleh dokter forensik dari Universitas Mataram, dr. Arfi Samsun, mengungkap adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari hasil autopsi diketahui terdapat tulang lidah yang patah, yang mengarah pada kemungkinan kuat sekitar 80 persen bahwa penyebab kematian Nurhadi adalah karena dicekik. Selain itu, air dari kolam juga ditemukan di organ paru-paru dan ginjal, yang menandakan bahwa korban masih bernyawa saat masuk ke dalam air.

"Jadi ada kekerasan pencekikan yang menyebabkan korban tidak sadar atau pingsan, sehingga akhirnya tenggelam dan meninggal," ujar Arfi dalam konferensi pers, Jumat (4/7/2025).

Baca Juga: Kronologi Tewasnya Diplomat Muda Kemenlu di Menteng, Kepala Dililit Lakban dan Tubuh Telentang

Halaman Selanjutnya

Source : Kompas.com,Suryamalang.com
Penulis : Fidiah Nuzul Aini
Editor : Fidiah Nuzul Aini

Tag Popular

#berita artis hari ini

#Nathalie Holscher

#imlek

#ngawi

#tahun baru china

#bintang

#Bandung

#meninggal dunia

#Indonesia

#Aurel Hermansyah