Grid.ID- Berikut tiga gaya komunikasi paling merusak pernikahan yang kerap dianggap sepele, tapi bisa menggerogoti keutuhan rumah tangga dari waktu ke waktu. Pernikahan yang sehat bukan hanya soal cinta dan komitmen, tapi juga bagaimana pasangan saling berkomunikasi.
Tanpa disadari, banyak hubungan yang perlahan hancur bukan karena masalah besar, tetapi karena kebiasaan komunikasi yang meracuni dari dalam. Seperti apakah gaya komunikasi paling merusak pernikahan? Simak ulasannya di bawah ini.
Gaya Komunikasi Paling Merusak Pernikahan
1. Gaya Komunikasi “Scorekeeper”
Dikutip dari Marriage.com, Selasa (8/7/2025), salah satu gaya komunikasi paling merusak pernikahan adalah kebiasaan menghitung kontribusi pasangan, seolah hubungan adalah kompetisi. Misalnya, Anda merasa sudah lima kali memasak minggu ini, sementara pasangan Anda hanya dua kali.
Meski tidak diungkapkan secara langsung, perasaan ini menciptakan benih-benih kebencian yang perlahan tumbuh. Alih-alih menikmati waktu bersama, komunikasi mulai dibumbui keluhan dan sindiran tersembunyi.
Kebiasaan ini mengubah relasi menjadi ajang saling menuntut, bukan kolaborasi. Pernikahan pun terasa seperti permainan "apa yang sudah kamu lakukan untukku belakangan ini?"
Padahal, dalam hubungan yang sehat, akan ada masa di mana salah satu pasangan memikul beban lebih banyak, dan itu adalah hal wajar. Menjadikan hubungan sebagai neraca timbangan hanya akan menciptakan jarak emosional.
Solusinya adalah dengan membangun pola pikir bahwa pernikahan adalah kemitraan. Kedua pihak perlu saling mendukung tanpa menghitung-hitung, karena keberhasilan hubungan ditentukan oleh kontribusi bersama, bukan oleh siapa yang lebih banyak berkorban.
2. Gaya Komunikasi Pasif-Agresif
Gaya komunikasi pasif-agresif termasuk gaya komunikasi paling merusak pernikahan yang sangat umum namun sulit dikenali. Bentuknya bisa berupa sindiran halus, diam seribu bahasa, atau komentar ambigu yang menyiratkan kekecewaan. Misalnya, alih-alih berkata langsung bahwa Anda ingin lebih sering berhubungan intim, Anda malah berkata, “Mungkin kalau kita lebih sering bercinta, aku bakal lebih semangat jalan bareng kamu.”
| Source | : | marriage.com |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |