Grid.ID – Hutan Amazon dibanjiri rating bintang 1 dari mayoritas warga Indonesia. Hal ini diduga sebagai balasan karena rating buruk dari warga asing terhadap Gunung Rinjani.

Berita tewasnya turis asal Brasil, Juliana Marins, yang terperosok di Gunung Rinjani, masih jadi perbincangan. Akibat insiden ini, netizen asing menuliskan rating buruk tentang Gunung Rinjani di Google Review.

Tak tinggal diam, netizen Indonesia membalasnya dengan mengomentari Google Review Hutan Amazon. Terlepas dari komentar di dunia maya, kenyataannya kawasan Amazon memang sedang tidak baik-baik saja.

Kawasan Amazon tak lagi aman bagi makhluk hidup karena diduga telah dicemari merkuri. Dikutip dari AP News, Masyarakat Amazon di Peru menuduh pemerintah gagal menghentikan pencemaran merkuri akibat penambangan ilegal.

Sungai Amazon terletak di Amerika Selatan dan mengalir melalui beberapa negara, terutama Brasil dan Peru. Sungai kedua terpanjang di dunia itu kini ‘meracuni’ penduduk sekitar.

Merkuri yang biasa digunakan untuk ekstraksi emas kini mencemari ikan, makanan pokok, hingga memasuki rantai makanan. Kadar merkuri paling banyak ditemukan di anak sungai Amazon, di daerah sekitar sungai Nanay dan Pintuyacu.

“Lebih dari 80% populasi kami terkontaminasi merkuri dalam darah,” kata Jhonny Huaymacari Yuyarima, yang mewakili masyarakat Adat Ikito dan memimpin aliansi lokal yang terdiri dari 33 komunitas di lembah Nanay. “Ikan-ikan di sungai dan danau kami juga teracuni.”

Di luar paparan racun, komunitas Loreto melaporkan dampak sosial dan keamanan yang serius, termasuk kedatangan kelompok bersenjata, tenaga kerja ilegal, dan eksploitasi seksual di kamp penambangan. Para pemimpin lokal mengatakan bahwa pembela lingkungan telah diancam dan struktur tata kelola komunal telah melemah.

“Hampir 80% penduduk di sana adalah orang asing, dan lebih dari 60 pengeruk (penambangan emas) beroperasi di daerah tersebut,” kata Huaymacari dari Ikito.

Di salah satu komunitas mereka, bendera Kolombia dikibarkan, katanya. ”Tidak lagi terasa seperti Peru.”

Sedangkan di Brasil dan Ekuador, masyarakat tepi sungai adalah yang paling terpengaruh. Data WWF tahun 2023 menunjukkan adanya paparan merkuri di tubuh penduduk tepi sungai dengan konsentrasi rata-rata masing-masing 15,43 dan 12,3 (ppm). (*)

Baca Juga: Tak Terima Gunung Rinjani Dapat Rating 1 dari Warga Brasil, Ira Wibowo: Gila!

Source : AP News,WWF
Penulis : Winda Lola Pramuditta
Editor : Winda Lola Pramuditta

Tag Popular

#tahun baru china

#berita artis hari ini

#bintang

#Nathalie Holscher

#imlek

#ngawi

#Bandung

#Okie Agustina

#Indonesia

#Rizky Febian