Grid.ID- Inilah profil Anna Wintour yang resmi melepaskan jabatannya sebagai editor-in-chief Vogue Amerika Serikat. Setelah hampir empat dekade memimpin Vogue Amerika Serikat, Anna Wintour resmi mengumumkan mundur dari posisi editor-in-chief. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Wintour kepada tim redaksi pada Kamis lalu.

Meski lengser dari pucuk pimpinan majalah mode paling berpengaruh di AS, ia tidak sepenuhnya meninggalkan Vogue maupun perusahaan induknya, Condé Nast. Dikutip dari CNN, Jumat (27/6/2025), Wintour akan tetap menjabat sebagai global editorial director untuk Vogue dan chief content officer global untuk seluruh lini Condé Nast. Posisi yang akan menggantikan perannya di Vogue AS kini bernama head of editorial content.

Langkah mundur ini menjadi bagian dari restrukturisasi global yang tengah dilakukan oleh Condé Nast. Meski bukan pengunduran diri penuh, pergeseran peran Wintour tetap menjadi momen bersejarah. Kabar ini pun membuat profil Anna Wintour menjadi sorotan, terutama perjalanan kariernya.

Profil Anna Wintour

Dalam dunia mode dan media, profil Anna Wintour selalu identik dengan kekuasaan, estetika tajam, dan determinasi kuat. Lahir pada 3 November 1949 di Hampstead, London, Wintour adalah anak dari Charles Wintour, mantan editor Evening Standard, dan Eleanor Trego Baker, seorang perempuan Amerika.

Dikutip dari IMDB, ia berasal dari keluarga kelas atas. Ia memiliki garis keturunan aristokrat, termasuk keterkaitan dengan Duchess of Devonshire dan Perdana Menteri Inggris abad ke-18, George Grenville.

Minat Anna terhadap mode dimulai sejak remaja. Ia sering menentang aturan berpakaian di sekolah dan mengikuti program televisi Ready Steady Go!, sembari membaca majalah Seventeen yang dikirim oleh neneknya dari AS.

Ia memulai karier di Harpers & Queen di London tahun 1970. Setelahnya, ia pindah ke New York dan bekerja di Harper’s Bazaar, New York Magazine, dan House & Garden. Pada 1985, ia kembali ke Inggris sebagai editor British Vogue, lalu kembali lagi ke AS pada 1988 untuk memimpin Vogue Amerika Serikat.

Ia telah mengubah wajah Vogue menjadi kekuatan utama dalam industri fashion global. Lewat sentuhan visionernya, Vogue bukan hanya menjadi referensi gaya, tetapi juga alat seleksi alam dunia mode, yang dapat melambungkan nama desainer, atau justru mengubur mereka.

Jejak Wintour sebagai pemimpin revolusioner dimulai pada November 1988. Edisi pertamanya menampilkan model Israel, Michaela Bercu, mengenakan jins pudar di sampul depan.

Ini adalah kali pertama jins tampil di cover Vogue, menandai keberaniannya menabrak norma fashion tinggi. Sejak itu, ia terus menampilkan gaya yang lebih kasual, lokasi pemotretan luar ruangan, serta narasi visual yang lebih segar. Pada 1992, ia memecahkan tradisi seabad Vogue dengan menghadirkan seorang pria, aktor Richard Gere di sampul majalah, bersama Cindy Crawford.

Baca Juga: Profil Lee Sung Kyung yang Siap Comeback, Aktris Multibakat Jebolan Super Model

Halaman Selanjutnya

Source : CNN,wikipedia,IMDB
Penulis : Mia Della Vita
Editor : Nesiana

Tag Popular

#berita artis hari ini

#Nathalie Holscher

#ngawi

#imlek

#tahun baru china

#bintang

#meninggal dunia

#Bandung

#Indonesia

#Aurel Hermansyah