Grid.ID- Akun Instagram Presiden Prabowo diserbu warga Brasil. Hal ini berkaitan dengan kasus pendaki WNA jatuh ke dasar jurang saat pendakian di Gunung Rinjani.

Sejumlah netizen asal Brasil ramai-ramai menyerbu akun Instagram Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Serangan komentar itu berisi pesan agar pemerintah Indonesia segera mengevakuasi Juliana, pendaki Warga Negara Asing (WNA) asal Brasil yang jatuh di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat, beberapa waktu lalu.

Komentar tersebut kebanyakan bertuliskan "SOS Juliana". Ada juga netizen Brasil yang mengkritik pemerintah Indonesia yang dianggap tak sigap memberikan pertolongan.

"Di mana tim penyelamat Juliana Marins? Seorang turis Brazil yang telah hilang selama lebih dari 50 jam tanpa bantuan warga setempat! Pihak berwenang bahkan memberikan informasi palsu kepada keluarganya! Ini keterlaluan!," tulis akun @brunareisvs dengan bahasa Brasil, dilansir dari Serambinews.com.

"Are there helicopters in your country? What authorities are waiting for? Please help Juliana (Bendera Brazil)," tulis akun @thais.veras.18.

Komentar pada postingan Prabowo saat menjadi pembicara di St. Petersburg International Economic Forum 2025 ini, mencapai angka 13.000, di mana netizen Indonesia turut membalas desakan netizen Brasil. Terdapat satu akun netizen Indonesia yang berusaha untuk memberikan pemahaman bahwa kasus tersebut tidak ada kaitannya dengan presiden maupun pemerintahan Indonesia.

"Brasil yang terhormat, Dengan segala hormat, jatuhnya teman Anda bukan karena kesalahan negara atau presiden kami. Itu adalah keputusan pendaki itu sendiri dan risiko yang harus diterima sebagai bagian dari menjadi pendaki. Tim penyelamat (TIMSAR) saat ini sedang berupaya mengevakuasi korban," ungkap akun @mtrssti.

"Jika Anda tidak percaya dengan apa yang kami lakukan, Anda bebas menyelamatkan teman Anda sendiri. Ini negara kami, pengunjung bertanggung jawab atas keselamatan mereka sendiri, itu bukan tugas kami. Dia bukan bayi," tambahnya.

Adapun, melansir dari Kompas.com, Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi mengatakan bahwa Juliana ditemukan kurang lebih 500 meter dari titik awal jatuh, pada Senin (23/5/2026). Hal ini berdasarkan pantauan drone thermal, dan korban diidentifikasi dalam kondisi tak bergerak.

"Tim SAR gabungan berhasil menemukan survivor dengan visualisasi drone thermal," ucapnya.

Sementara itu, Tim SAR berusaha keras untuk mengevakuasi Juliana. Mereka melakukan evakuasi dengan peralatan mountaineering untuk medan terjal, alat evakuasi, drone untuk pemantauan udara, perangkat komunikasi, alat medis, hingga kendaraan operasional.

Baca Juga: Profil Juliana Marins, Pendaki Brasil yang Jatuh di Gunung Rinjani hingga Tewas, Follower Instagramnya Serbu IG Prabowo

Halaman Selanjutnya

Source : Kompas,Serambinews.com
Penulis : Faza Anjainah Ghautsy
Editor : Ayu Wulansari K

Tag Popular

#tahun baru china

#berita artis hari ini

#bintang

#Nathalie Holscher

#imlek

#ngawi

#Bandung

#Okie Agustina

#Indonesia

#Rizky Febian