Grid.ID - Sidang lanjutan kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Hotman Paris dengan terdakwa Razman Arif Nasution kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (17/6/2025).
Adapun agenda persidangan adalah pemeriksaan saksi a de charge alias saksi yang meringankan. Razman pun menghadirkan pria bernama Gusti Gunawan yang merupakan asisten pribadinya sejak Februari hingga September 2022.
Dalam kesaksiannya, Gusti turut membersamai Razman di hampir setiap pertemuan Razman dengan Iqlima. Termasuk ketika Iqlima memberikan bukti chatnya dengan Hotman Paris ke Razman.
Gusti mengaku sempat membaca bukti-bukti tersebut. Dia menyebut Hotman seringkali mengirimkan chat berisi rayuan untuk bertemu, memimta foto seksi, hingga mengajak Iqlima untuk berhubungan seksual.
"Dalam chattingan tersebut saya pernah membacanya. Di situ, mohon maaf mohon izin, ada kata kata rayuan dan juga ajakan untuk mohon maaf ML (hubungan seksual)," ungkap Gusti di hadapan majelis hakim.
"Lalu sering ngajak ketemuan dengan saudari Iqlima. Lalu minta foto foto Iqlima, foto foto seksi," lanjut Gusti.
Lebih lanjut, Gusti membenarkan bahwa dia menyaksikan sendiri ketika Iqlima mengaku telah dilecehkan oleh Hotman Paris ketika masih menjadi asisten pribadi.
Pelecehan itu terjadi beberapa kali di beberapa tempat, termasuk di apartemen. Bahkan, menurut Gusti, Iqlima mengaku disetubuhi oleh Hotman.
"Iqlima telah merasakan dirinya dilecehkan oleh saudara Hotman Paris. Katanya di situ saya dengar pertama waktu di mobil katanya dia menyusu, kedua katanya di club, kemudian ketiga di apartment dia disetubuhi oleh Hotman Paris," ucap Gusti.
Sebagai informasi, Iqlima Kim dan Razman Arif Nasution menjadi terdakwa dalam kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan Hotman Paris pada tahun 2022. Hotman Paris membuat laporan ini karena merasa nama baiknya tercoreng lantaran dituding Razman telah melecehkan Iqlima Kim ketika menjadi asisten pribadinya. (*)
Baca Juga: Pesan Razman Nasution untuk Hotman Paris: Kalau Sudah Tidak Percaya Diri, Angkat Bendera Putih
| Penulis | : | Ragillita Desyaningrum |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |