Grid.ID - Karyawan warung Ayam Goreng Widuran Solo beberkan informasi internal dapur. Karyawan mengungkap fakta mengenai pelanggan.
Seorang karyawan bernama Nanang membeberkan tentang dapur restoran Ayam Goreng Widuran Solo. Nanang menyatakan bahwa bagian kremesan dari menu ayam goreng dibuat menggunakan bahan nonhalal, meskipun dia tidak menjelaskan secara detail terkait hal tersebut.
"(Bahan nonhalal) kremesnya aja. (Kremesan) dibuat dari bahan nonhalal. Dari minyaknya (nonhalal)," ucap Nanang dikutip Grid.ID dari TribunJatim.com.
Karyawan warung Ayam Goreng Widuran Solo juga menjelaskan bahwa untuk menggoreng ayam, mereka menggunakan minyak kelapa merek Barco. Namun, Nanang tidak bisa menjelaskan mengapa label nonhalal baru dipasang setelah menu tersebut ramai diperbincangkan.
“Dari pihak karyawan tidak bisa menjelaskan. (Setelah ramai) dari pihak sini di Instagram langsung membuat klarifikasi (label nonhalal),” kata dia.
Label nonhalal diketahui belum lama dipasang oleh pihak restoran. Sebelumnya, tidak ada keterangan jelas yang menginformasikan bahwa menu ayam goreng kremes menggunakan bahan nonhalal.
Hal ini mendatangkan kekecewaan dari pelanggan, khususnya umat Muslim. Nanang kemudian menyebutkan meski banyak pelanggan berasal dari luar kota, mayoritas dari mereka memang adalah nonmuslim.
“Pelanggannya ada dari Surabaya, Jakarta, luar kota, luar pulau. Mayoritas sini bukan muslim, nonmuslim (pelanggan),” kata Nanang.
Adapun, untuk menu yang paling banyak dipesan yaitu ayam goreng kremes. Nanang kemudian mengatakan harapannya agar Warung Ayam Goreng Widuran yang telah berdiri sejak 1973 tetap bisa beroperasi setelah penilaian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dilakukan.
Dilansir dari Kompas.com, seorang warga Kota Surakarta, Mochammad Burhanuddin, resmi melayangkan aduan masyarakat ke Mapolresta Solo, pada Senin (26/5/2025). Aduan ini merupakan bentuk keprihatinan atas kasus yang dinilai meresahkan umat Muslim.
"Kami mempunyai beban moral dan prihatin dengan permasalahan yang terjadi terkait ayam goreng Widuran yang jelas-jelas telah meresahkan umat muslim yang mendorong kami untuk melakukan pelaporan ke jalur hukum," kata Burhanuddin.
| Source | : | TribunJatim.com,Kompas |
| Penulis | : | Faza Anjainah Ghautsy |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |