Grid.ID - Kronologi tanah longsor di Trenggalek, terjadi karena curah hujan yang tinggi. Diketahui 6 korban yang tertimbun tanah ternyata masih satu keluarga.
Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Trenggalek mengakibatkan banjir dan tanah longsor. Sebanyak tiga rumah di Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, tertimbun longsor.
Selain itu, 10 rumah lainnya juga mengalami kerusakan parah dan 6 orang dinyatakan masih dalam pencarian pada Senin (19/5/2025). Bencana longsor paling parah terjadi di RT 16/ RW 07, Dusun Kebon Agung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Trenggalek.
Salah satu warga bernama Subolo (57) menyampaikan bahwa rumahnya ikut hilang tertimbun tanah longsor yang terjadi pukul 15.00 WIB. Pada saat kejadian kronologi tanah longsor di Trenggalek, curah hujan deras mengguyur wilayah tersebut terus menerus.
Pada waktu itu, Subolo bergegas melihat situasi sekitar dan melihat pohon besar di bukit atas rumahnya tampak miring. Tak berselang lama, dia dikejutkan dengan suara gemuruh disertai ledakan dari atas bukit sisi rumahnya.
Secara tiba-tiba longsor terjadi dan Subolo segera berusaha menyelamatkan diri. Subolo berlari sekencang-kencangnya menuju daerah yang aman.
"Saya hampir terkena longsor, saya lari sekuat tenaga," kata Subolo, dikutip Grid.ID dari Kompas.com.
Sesaat sebelumnya, Subolo melihat enam orang tetangga samping rumahnya yang masih ada hubungan saudara, berkumpul di teras rumahnya. Belum sempat Subolo mengajak untuk menyelamatkan diri, enam orang tersebut tersapu dan tertimbun material longsor berikut rumahnya.
"Itu samping rumah saya, dan masih saudara. Terakhir saya melihat, mereka semua masih berkumpul di teras," kata Subolo.
"Begitu longsor saya lari ke samping rumah. Biasanya saya tidak pernah lewat situ. Kalau saya lewat seperti biasanya, mungkin saya sudah tidak selamat. Ketika saya lari hendak menyelamatkan diri, melihat mereka berkumpul di teras, saya belum sempat teriak mengajak lari, sudah tersapu longsor," tambah Subolo.
Dengan susah payah, Subolo harus melalui jalan yang sulit untuk bisa selamat dari kejaran material tanah longsor yang meluncur deras ke bawah. Saat sampai di tempat aman, Subolo sadar bahwa lokasi longsor sudah rusak tidak berbentuk.
Baca Juga: Ngeri, Pelaku Pembunuhan Wanita di Hotel Trenggalek Juga Aniaya Anak Korban Pakai Palu, Ini Motifnya
| Source | : | Kompas,TribunJatim |
| Penulis | : | Faza Anjainah Ghautsy |
| Editor | : | Irene Cynthia |