Grid.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti kasus kriminal yang belakangan melibatkan anak remaja sebagai pelakunya. Gubernur yang akrab disapa Kang Dedi itupun mengambil langkah nyata demi masa depan generasi muda khususnya di Jawa Barat.

Menurut Kang Dedi, anak nakal bukan hanya jadi tanggung jawab orangtuanya tapi juga negara. Untuk itu, Kang Dedi mencetuskan program pendidikan militer untuk anak nakal.

“Masalah anak-anak remaja yang mengalami perilaku bar-bar atau orang menyebutnya mengalami kenakalan karena usianya yang lagi sangat puber, itu merupakan tanggung jawab orangtua dan tanggung jawab negara.”

“Karena problem kenakalannya sudah mulai akut sampai pada tingkat kriminal dari mulai penganiayaan bahkan pembunuhan tentunya ini tidak bisa dibiarkan,” kata Dedi Mulyadi di Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel.

Dedi Mulyadi pun menjelaskan tujuan pendidikan militer bagi anak nakal. Selain untuk menyadarkan anak tentang pentingnya masa depan, dasar program ini juga berfokus pada pembangunan jati diri dan kedisiplinan.

“Kebijakan barak militer bagi anak-anak nakal sesungguhnya adalah kebijakan yang bertujuan untuk mengembalikan kembali jati diri anak pada pola disiplin dan pola perilaku hidup yang sesuai dengan sifat dan sikap masa remajanya, terarah memiliki visi, dan memiliki masa depan yang baik,” papar Dedi Mulyadi.

Berdasarkan temuan di lapangan, Dedi mendapati bahwa ada banyak orangtua yang tak berdaya ketika menghadapi anaknya yang nakal. Sebagai pemimpin daerah, Dedi Mulyadi merasa perlu hadir dan membenahi kasus yang ada di masyarakat.

“Program ini adalah salah satu terobosan, mengingat begitu luasnya dan begitu buruknya perilaku kenakalan yang terjadi saat ini dan begitu beratnya orangtua menghadapi mereka karena seringkali ketika orangtua menegur bukannya mengikuti malah ada ancaman bahkan pembunuhan.”

“Program ini, mereka yang mengikuti pelatihan, pendidikan, disiplin mentalitas dan mengembalikan perilakunya pada perilaku yang mandiri harus didasarkan pada persetujuan orangtuanya karena bagaimana pun metreka masih di bawah perwalian orangtuanya,” papar Dedi Mulyadi.

Meski begitu, program ini tak akan memaksa semua anak nakal untuk mengikutinya. Kang Dedi berharap adanya kesadaran dari orangtua untuk menyarahkan anaknya agar dibina di barak militer.

“Artinya orangtuanya memiliki kesadaran untuk menyerahkan mereka melewati pelatihan militer sebagai bentuk pembentukan disiplin dan karakter,” jelas Dedi Mulyadi.(*)

Baca Juga: Skakmat! Begini Jawaban Telak Dedi Mulyadi saat Disebut 'Gubernur Konten' oleh Gubernur Kaltim saat Rapat

 

Penulis : Winda Lola Pramuditta
Editor : Winda Lola Pramuditta

Tag Popular

#tahun baru china

#berita artis hari ini

#bintang

#Nathalie Holscher

#imlek

#ngawi

#Bandung

#Okie Agustina

#Indonesia

#Rizky Febian