Grid.ID - Meski usia dianggap membawa kedewasaan dan kestabilan, sebuah studi dari Institute for Family Studies justru mengungkapkan hal sebaliknya. Disebutkan, semakin tua usia seseorang, semakin besar kemungkinan mereka untuk selingkuh.

Berdasarkan data dari General Social Survey di Amerika Serikat, sebanyak 20 persen orang yang telah menikah dan berusia di atas 55 tahun mengaku pernah melakukan hubungan seksual di luar pernikahan. Mengutip Global News.ca, Rabu (30/4/2025), angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan pasangan menikah di bawah usia 55 tahun.

Mereka hanya mencatatkan 14 persen kasus perselingkuhan. Yang mengejutkan adalah mereka yang berada dalam rentang usia 50 hingga 60-an tahun tercatat sebagai kelompok yang paling mungkin melakukan selingkuh dibanding usia lainnya.

Fenomena ini pun menjadi kian menarik karena selama bertahun-tahun, angka perselingkuhan cenderung stabil, namun kini untuk pertama kalinya terlihat perbedaan mencolok berdasarkan usia. Nichole Wolfinger, peneliti utama dari University of Utah, menyebut ada beberapa alasan yang bisa menjelaskan jurang usia ini.

Pertama, banyak pasangan di usia 50 dan 60-an menikah sejak usia muda—antara 20 hingga 30 tahun—sehingga durasi pernikahan yang panjang bisa menyebabkan kejenuhan, munculnya krisis paruh baya, atau ketidakpuasan emosional yang memicu selingkuh. Kedua, kelompok usia ini tumbuh dewasa di era revolusi seksual, sehingga mereka memiliki pengalaman seksual yang lebih banyak dan sikap yang mungkin lebih permisif terhadap hubungan di luar pernikahan.

Meski mayoritas masyarakat masih menilai selingkuh sebagai tindakan tercela, Wolfinger mencatat adanya pelonggaran sikap terhadap seks di luar pernikahan. Perlu dicatat, survei ini menanyakan tentang seks di luar pernikahan, bukan secara eksplisit tentang perselingkuhan atau pengkhianatan.

Maka dari itu, ada kemungkinan sebagian responden melaporkan hubungan yang masuk dalam kategori polyamory atau ethical non-monogamy, yakni hubungan terbuka yang dilakukan dengan persetujuan pasangan. Namun tetap saja, tren menunjukkan bahwa perselingkuhan konvensional, alias selingkuh tanpa izin pasangan, meningkat di kalangan lansia.

Wolfinger menambahkan bahwa peningkatan kasus perselingkuhan ini berkorelasi dengan melonjaknya fenomena grey divorce, yaitu perceraian di usia paruh baya. Hal ini memperlihatkan bahwa selingkuh bisa menjadi baik penyebab maupun akibat dari hubungan pernikahan yang mulai runtuh di tengah jalan.

Di sisi lain, tren menurunnya seks di luar nikah di kalangan generasi muda justru menandakan masa depan pernikahan yang lebih monogamis dan stabil. Namun, benih-benih dari era liberalisasi seksual di masa lalu masih menunjukkan dampaknya secara mengejutkan di kalangan usia tua.

Pakar hubungan Shannon Tebb tidak terkejut dengan hasil penelitian ini. Menurutnya, krisis paruh baya memainkan peran besar dalam mendorong seseorang untuk selingkuh.

Ada kebutuhan untuk merasa kembali menarik, diinginkan, atau hanya sekadar mengisi kekosongan emosional yang dirasakan dalam pernikahan. Ketika seseorang merasa tidak didukung atau tidak dihargai oleh pasangannya, maka muncul kecenderungan untuk mencari perhatian dari orang lain.

Baca Juga: Profil Dilan Janiyar, Tiktokers yang Bongkar Perselingkuhan Suami hingga Ngaku Trauma, Ternyata Lulusan UGM

Halaman Selanjutnya
Logo Parapuan
Butuh lebih banyak inspirasi dan berita khusus untuk Puan?
Klik di Sini

Source : Globalnews.ca,Best Life
Penulis : Mia Della Vita
Editor : Ayu Wulansari K

Tag Popular

#tahun baru china

#berita artis hari ini

#bintang

#Nathalie Holscher

#imlek

#Bandung

#ngawi

#Okie Agustina

#Indonesia

#meninggal dunia