Grid.ID - Anixety (gangguan kecemasan) dan depresi, merupakan gangguan kesehatan mental yang tidak boleh disepelekan. Gangguan kecemasan ini dapat terjadi pada siapa saja, tanpa mengenal batasan usia, tingkat ekonomi, maupun gender.
Timbulnya anxiety dan depresi pada wanita, terkadang kerap diabaikan oleh penderitanya. Faktornya bisa beragam, mulai dari perasaan ingin selalu terlihat kuat, stigma sosial terhadap gangguan kesehatan mental, ketidak tahuan untuk melakukan tindakan apa, hingga kurangnya informasi terhadapa anxiety dan depresi.
Masih dalam perayaan Hari Kartini pada 21 April, Kompas Gramedia menyelenggarakan acara Kartini Kini 2025, bersama Grid.ID, Parapuan, Corporate Communications, Bentara Budaya, dan Corporate Human Resources. Acara yang diadakan untuk merayakan perempuan ini, memiliki berbagai rangkaian kegiatan menarik dan informatif.
Di hari pertama acara digelar pada 23 April 2025, diadakan sesi Arisan Parapuan yang mengangkat tema "When Life Gives You Issues: Perempuan Berani Bicara Kecemasan dan Depresi". Tema tersebut diambil untuk memberikan ruang bagi para wanita agar bisa saling bercerita, memahami, dan menginspirasi satu sama lain melalui topik anxiety dan depresi.
Menurut Nurfitriyanti Permata Puthrie selaku Psikolog KALM, tidak semua orang dapat dengan mudah menyadari gangguan kecemasan yang mereka alami. Lebih lanjut, Puthrie menjelaskan beberapa tanda yang mungkin bisa menjadi petunjuk adanya kemungkinan terjadinya anxiety dan depresi pada diri seseorang.
1. Gejala Fisik: Merasakan sulit tidur, perubahan nafsu makan secara drastis (bisa berkurang atau meningkat), jantung berdegup kencang, tangan mudah berkeringat, atau timbulnya penyakit serius seperti gerd,vertigo, hingga migrain.
2. Gejala Emosi: Lonjakan emosional yang tidak stabil, contoh: jadi lebih mudah marah atau cemas, durasi marah yang meningkat, hingga membanting barang saat merasa marah.
3. Gejala Kognitif: Sulit untuk berkonsentrasi, sulit untuk fokus, atau mudah lupa akan sesuatu yang baru terjadi.
"Kurang lebih, tiga aspek tersebut (gejala fisik, emosi, dan kognitif), dapat menunjukkan bahwa ada sesuatu dalam diri kita yang perlu ditangani lebih lanjut" ujar Puthrie.
Timbulnya anxiety dan depresi pada seorang wanita bukanlah hal yang tabu dan perlu ditutup-tutupi. Perasaan takut dan malu yang dimiliki, justru dapat menjadi penghalang seseorang dalam mengatasi gangguan kesehatan mental yang dialami.
Baca Juga: Kartini Kini 2025 Beri Ruang Diskusi dan Silaturahmi Antar Perempuan dalam Arisan Parapuan
| Penulis | : | Marsha Ayu |
| Editor | : | Marsha Ayu |