Laporan Wartawan Grid.ID, Ines Noviadzani

Grid.ID - Pernahkah terbesit pertanyaan terkait dengan perayaan Paskah yang identik dengan telur dan kelinci? Seperti yang diketahui, setiap Paskah tiba, berbagai simbol khas seperti telur dan kelinci pun mendominasi di berbagai negara.

Selain telur, Paskah juga identik dengan kelinci. Sebenarnya apa alasan serta sejarah yang ada di baliknya?

Dilansir Kompas.com dari Times of India, meskipun Alkitab tidak menyebutkan seekor kelinci, tetapi kelinci Paskah merupakan simbol paling sekuler. Kelinci merupakan simbol kuno kesuburan dan kehidupan baru yang sangat terkait dengan musim semi dan Paskah.

Hubungan antara kelinci dan Paskah muncul pada abad ke-17, kemudian diperkenalkan kepada orang Amerika dan imigran Jerman. Orang Jerman kemudian memperkenalkan tradisi kelinci bertelur sebagai Oschter Haws.

Sementara menghias telur merupakan salah satu adat istiadat Paskah tertua. Konsep telur berasal dari tradisi Pagan; telur merupakan simbol kesuburan dan pembaruan.

Melansir dari Tribun Manado, perayaan Paskah juga identik dengan kumpul keluarga, makan bersama, dan menghias telur. Para ahli sejarah meyakini tradisi tersebut bermula dari negara bagian Timur Tengah.

Hal tersebut tak lain dibuktikan dengan adanya penemuan telur burung unta berhias yang sudah berumur 60 ribu tahun lalu di Afrika. Tradisi kemudian menyebar ke Eropa Timur, dan diadopsi Gereja Ortodoks.

Lebih lanjut, tradisi tersebut kemudian menyebar ke Eropa Timur dan diadopsi Gereja Ortodoks. Masyarakat Eropa mulai melakukan tradisi menghias cokelat berbentuk telur pada tahun 1870-an.

Menurut umat Kristen zaman dulu, telur ayam yang dicat tidak hanya sekadar hiasan, namun juga penuh simbolisme. Misalnya warna merah dilambangkan darah Kristus dan cangkang telur melambangkan makamnya.

Memecahkan cangkang membuat umat Kristiani mengingat tentang kebangkitan Kristus dari kematian. Selain itu, tradisi menggulung telur Paskah melambangkan penggulingan batu di luar kuburan Kristus di Yerusalem.

Alasan lain mengapa telur dikaitkan dengan Paskah adalah karena ratusan tahun orang Kristen dilarang makan semua jenis produk hewani, termasuk telur ayam selama pra-Paskah. Pra-Paskah sendiri merupakan masa 40 hari umat harus menjalankan puasa untuk merefleksi kehidupan mereka menjelang Paskah.

Halaman Selanjutnya

Source : Tribun Manado,Kompas.com
Penulis : Ines Noviadzani
Editor : Nesiana

Tag Popular

#berita artis hari ini

#Nathalie Holscher

#imlek

#ngawi

#tahun baru china

#bintang

#meninggal dunia

#Bandung

#Indonesia

#Aurel Hermansyah