Grid.id - Wendy Cagur adalah salah satu orang yang menyaksikan kesehatan Titiek Puspa memburuk hingga akhirnya dilarikan ke RS. Titiek Puspa meninggal dunia pada usia 87 tahun.
Dalam akun Instagramnya, Wendy menceritakan momen terakhir Titiek Puspa sebelum pingsan. Kebetulan, ia adalah salah satu presenter program Lapor Pak di Trans 7.
Acara tersebut mengundang Titiek Puspa pada 26 Maret 2025 lalu. Saat itulah, Wendy bertemu dengan sang maestro.
Menurutnya, Titiek Puspa masih sehat dan segar bugar di segmen awal. Bahkan, ia masih bisa bercanda dengan artis lain.
"Syuting @laporpak_trans7 adalah saat terakhir eyang masih sehat dan sadar sebelum akhirnya setelah syuting Eyang harus dilarikan ke runah sakit karena tiba-tiba kondisinya memburuk. Nyes banget rasanya. Di segmen awal Eyang masih sehat dan bisa bercanda," tulis Wendy dalam Instagramnya, Jumat (11/4/2025).
Pada segmen terakhir atau segmen empat, ia merasakan perbedaan artis yang dipanggil Eyang tersebut. Menurut Wendy, Titiek Puspa tampak kebingungan.
Bahkan, Titiek Puspa seperti orang kehilangan arah dan juga tak mampu menggerakkan tangannya. Akibatnya, Wendy harus mengulurkan tangannya untuk mencium tangan Titiek Puspa.
Meski akhirnya gue sedikit merasa agak aneh melihat Eyang di segmen 4 atau terakhir seperti orang bingung dan kehilangan arah. Bahkan sampai pas gue mau cium tangannya Almarhumah Eyang seperti tidak bisa menggerakan tangannya untuk menyambut tangan gue," lanjutnya.
"Sampai akhirnya gue terpaksa mengambil tangan kirinya untuk gue cium. Sambil bilang “Makasih banyak Eyang”. Ternyata itu adalah momen terakhir Eyang," tulisnya lagi.
Wendy kemudian mengatakan, Titiek Puspa pingsan di studio. Sang artis langsung dilarikan ke RS. Ia merasa nyes dan kaget lantaran itu adalah momen terakhir sang artis.
"Sedih banget. Nyesek banget denger kepergian Eyang. Syuting @laporpak_trans7 adalah saat terakhir eyang masih sehat dan sadar sebelum akhirnya setelah syuting Eyang harus dilarikan ke runah sakit karena tiba-tiba kondisinya memburuk. Nyes banget rasanya," lanjutnya.
| Source | : | |
| Penulis | : | Irene Cynthia |
| Editor | : | Irene Cynthia |