Grid.ID - Perselingkuhan bukan sekadar pelanggaran komitmen, tapi luka emosional yang dapat meninggalkan bekas panjang dan dalam. Tidak hanya berdampak pada kepercayaan dalam hubungan, perselingkuhan juga bisa memicu trauma psikologis yang berlangsung bertahun-tahun.
Lantas pertanyaannya adalah butuh waktu berapa lama untuk pulih dari luka akibat perselingkuhan?
Realitas Emosional Setelah Perselingkuhan
Perselingkuhan—baik berupa hubungan fisik maupun emosional—dapat menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Para ahli menyebut luka akibat selingkuh serupa dengan pengalaman kehilangan, sehingga fase pemulihan sering kali menyerupai lima tahap kesedihan, yakni penolakan, marah, tawar-menawar, depresi, dan penerimaan.
Menurut Dr. Dennis Ortman, mereka yang dikhianati sering mengalami Post-Infidelity Stress Disorder (PISD), sejenis trauma yang mirip dengan PTSD. Gejalanya termasuk kilas balik menyakitkan, mimpi buruk, overthinking, dan hiperarousal terhadap potensi ancaman dalam hubungan baru maupun lama.
Dampak Jangka Panjang Perselingkuhan
Efek dari perselingkuhan tidak berhenti pada fase awal pengkhianatan. Mengutip Psychcentral, penelitian menunjukkan bahwa orang yang dikhianati bisa mengalami, mulai dari kecemasan kronis, depresi berkepanjangan, hingga gangguan tidur dan pola makan.
Bisa juga memunculkan masalah kepercayaan, bahkan terhadap orang terdekat seperti keluarga atau rekan kerja. Lebih dalam lagi, perselingkuhan juga bisa mengganggu cara kerja otak.
Cinta memicu pelepasan hormon dopamin dan oksitosin yang membuat kita merasa bahagia dan terhubung. Namun, ketika kepercayaan itu dilanggar, jalur kimia di otak terganggu, menyebabkan kesulitan untuk mencintai kembali, termasuk mencintai diri sendiri.
Efek Psikologis pada Pria dan Wanita
Studi berskala besar dengan lebih dari 64.000 partisipan menunjukkan bahwa pria lebih tersakiti oleh perselingkuhan fisik. Sementara itu, wanita lebih terluka oleh hubungan emosional di luar pasangan.
Baca Juga: Masih Ada Harapan, Berikut 15 Tips Menyelamatkan Pernikahan Pasca Perselingkuhan
| Source | : | Psych Central,Well Marriage Center |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |