Grid.ID - Setiap tahunnya, tanggal 21 April selalu diperingati sebagai Hari Kartini oleh seluruh masyarakat Indonesia. Hari Kartini menjadi perayaan spesial yang mengingatkan masyarakat tanah air akan perjuangan R.A Kartini, terutama terhadap kaum wanita.
Banyak cara dilakukan oleh wanita Indonesia untuk merayakan Hari Kartini, salah satunya dengan menggunakan kebaya tradisional. Mengenakan kebaya di Hari Kartini sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan sejak dahulu tak hanya oleh orang dewasa, namun juga anak-anak.
Kekayaan budaya dari Sabang hingga Merauke, membuat Indonesia memiliki banyak jenis kebaya dengan keunikan yang berbeda-beda. Tiap jenis kebaya memiliki kecantikan dan kemewahan tersendiri yang mencuri hati para wanita Indonesia.
Sebagai warna negara Indonesia, tak ada salahnya bagi sobat Grid untuk mengenal jenis-jenis kebaya yang kerap dijumpai di berbagai acara. Grid.ID sudah kumpulkan informasi mengenai beberapa jenis kebaya beserta perbedaannya.
6 Jenis Kebaya Indonesia
1. Kebaya Kutu Baru
Hingga saat ini, kebaya kutu baru masih menjadi salah satu jenis kebaya tradisional yang sangat populer. Kebaya yang berasal dari Jawa ini, diperkirakan muncul pada akhir abad ke-18. Biasanya, kebaya kutu baru dibuat dari kain brokat dengan desain kerah lebar nan khas.
2. Kebaya Encim
Kebaya encim merupakan kebaya yang berasal dari Betawi. Nama 'encim' diambil dari bahasa Hokkien yang berarti bibi. Dahulu, kebaya encim kerap digunakan oleh para wanita etnis Tionghoa. Hal tersebut semakin menguatkan fakta bahwa kebaya ini mendapatkan banyak pengaruh dari kebudayaan Tionghoa.
Baca Juga: Mengapa Kebaya Identik dengan Hari Kartini? Simak Asal Usulnya
| Penulis | : | Marsha Ayu |
| Editor | : | Marsha Ayu |