Grid.id - Kabar duka datang dari Papua. Satu orang guru tewas dan 6 lainnya luka-luka karena diserang KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) di Papua.
Sementara itu, 46 guru dan nakes lainnya dievakuasi. Mereka bertugas di Kabupaten Yahukimo dan dievakuasi ke Wamena, Jayawijaya dan Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Bagaimana kronologinya?
Melansir dari Kompas dan Tribun Papua, peristiwa itu terjadi pada Jumat (21/3/2025). Saat itu, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) menyerang SD YPK Anggruk di wilayah Yahukimo.
Penyerangan itu terjadi di sekolah. Selain itu, rumah dan puskesmas yang ditempati guru dan nakes itu juga terbakar.
Satu rumah guru dan empat ruangan kelas SD YPK Anggruk dibakar. Motif sementara ialah karena OPM meminta uang namun ada warga yang menolak karena tak punya uang.
Penyerangan itu diduga dilakukan oleh 20 anggota OPM pada pukul 17.00 WIT. Setelah penyerangan itu terjadi, Pemda Yahukimo mengerakan 5 pesawat sipil dan 3 helikopter TNI untuk proses evakuasi.
Dari informasi yang dihimpun, ada 7 guru dan nakes yang terdampak. Satu meninggal dunia, 3 guru dan nakes luka berat, sedangkan 3 guru dan nakes lainnya luka ringan.
Sosok guru yang tewas adalah Rosalia Rerek Sogen. Ia berasal dari Desa Persiapan Bantala, Kecamatan Lewolema, Flores Timur, NTT.
Sebelum Rosalia tewas, keluarganya di NTT sudah memiliki firasat buruk lantaran korban tak bisa dihubungi. Rosalia diketahui sudah mengabdi sejak tahun 2022 silam.
“Kami coba bangun komunikasi dengan orang-orang yang ada di sana, ternyata kabar (Rosalia meninggal) itu benar,” kata kerabat Rosalia, Emanuel Suban Sogen.
| Source | : | kompas,Tribun papua |
| Penulis | : | Irene Cynthia |
| Editor | : | Irene Cynthia |