Grid.ID- Saat Lebaran tiba, anak-anak kecil selalu antusias menunggu amplop berisi uang baru saat berkunjung ke rumah sanak saudara mereka. Momen ini menjadi bagian dari kebahagiaan Lebaran yang selalu ditunggu-tunggu.
Tradisi memberikan uang baru saat Lebaran atau dikenal dengan sebutan salam tempel telah berlangsung sejak lama di Indonesia. Kebiasaan ini diduga berasal dari beberapa tradisi yang masuk ke Nusantara melalui jalur perdagangan dan agama.
Menurut Buku Filosofi dan History Budaya dan Makanan Tradisional Nusantara (2024) oleh Saeful Kurniawan, tradisi berbagi uang Lebaran di Indonesia terinspirasi dari angpao dalam budaya Tionghoa saat perayaan Tahun Baru Imlek. Salam tempel kemudian berkembang dalam budaya Islam.
Dikutip dari Tribun Solo, berbagi amplop Lebaran pertama kali dipopulerkan oleh Dinasti Fatimiyah, yang berkuasa di Afrika Utara dan Timur Tengah antara tahun 909 hingga 1171. Pada masa itu, orang-orang memberikan uang, pakaian, dan permen kepada anak-anak serta masyarakat umum sebagai bentuk perayaan Idul Fitri.
Tradisi ini kemudian mengalami perubahan pada era Kesultanan Turki Utsmani (1299–1922), di mana pemberian uang Lebaran lebih dikhususkan untuk keluarga dekat. Dari Timur Tengah, tradisi ini menyebar ke berbagai negara Muslim, termasuk Indonesia.
Di Indonesia sendiri, tidak diketahui pasti kapan salam tempel mulai diterapkan dalam perayaan Lebaran 2025. Namun, pada awal 1950-an, pemerintah mulai memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para pekerja, yang diperkenalkan oleh Perdana Menteri Sukiman.
Sejak saat itu, salam tempel kepada anak-anak semakin berkembang di kalangan masyarakat.
Mengapa Harus Uang Baru?
Menjelang Lebaran 2025, masyarakat cenderung mencari uang baru untuk dibagikan. Mengutip Jurnal Fenomena Penukaran Uang Menjelang Hari Raya Perspektif Sosiologi Hukum (2021) oleh Darania Anisa dan Ali Amran Hasibuan, momen Lebaran identik dengan segala sesuatu yang baru, termasuk pakaian dan uang.
Memberikan uang baru dalam pecahan kecil seperti Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000, hingga Rp50.000 dan Rp100.000 bertujuan agar penerima merasakan kebahagiaan lebih besar. Selain itu, dikutip dari Kompas.com, uang baru dianggap lebih rapi, bersih, dan bernilai lebih tinggi secara simbolis dibanding uang lama yang kusut atau lusuh.
Cara Menukar Uang Baru untuk Lebaran 2025
Setiap tahun, menjelang Lebaran, Bank Indonesia menyediakan layanan penukaran uang baru bagi masyarakat. Untuk Lebaran 2025, program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) berlangsung pada 3-27 Maret 2025.
| Source | : | Kompas.com,Tribun Solo |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Nesiana |