Laporan wartawan Grid.ID, Ulfa Lutfia
Grid.ID - Gorengan menjadi salah satu makanan ringan yang biasa dijadikan menu buka puasa. Sayangnya, buka puasa dengan gorengan berbahaya bagi kesehatan.
Oleh karena itu, gorengan bukan jadi menu yang dianjurkan untuk dijadikan menu buka puasa. Meskipun rasanya lezat dan mudah ditemukan, terlalu sering mengonsumsi gorengan saat berbuka puasa dapat berisiko bagi kesehatan tubuh.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa gorengan bisa berbahaya bagi kesehatan, terutama saat berbuka puasa. Segera hindari kalau kamu tidak mau menyesal!
1. Tinggi Kalori dan Lemak Jenuh
Gorengan umumnya mengandung kalori yang sangat tinggi karena cara pengolahannya yang menggunakan minyak dalam jumlah banyak. Ketika tubuh baru saja selesai berpuasa, mengonsumsi makanan tinggi kalori seperti gorengan, dapat meningkatkan risiko penambahan berat badan yang cepat.
Lemak jenuh yang ada pada gorengan juga dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah, yang berisiko menyebabkan penyakit jantung dan pembuluh darah.
2. Menambah Beban Pencernaan
Makanan yang digoreng juga membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, yang dapat membuat perut terasa penuh dan tidak nyaman. Oleh karena itu, ia tidak dianjurkan mengonsumsi gorengan saat berbuka puasa.
Hal ini sejalan dengan pernyataan Dosen Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB), Karina Rahmadia Ekawidyani.
"Mencerna gorengan itu memakan waktu lebih lama. Padahal selama berpuasa kan sistem pencernaan beristirahat selama setengah hari. Kemudian saat makan makanan tinggi lemak jadi sistem pencernaan harus bekerja lebih berat," kata Karina seperti dikutip dari kanal YouTube IPB, Minggu (25/4/2021).
Baca Juga: Buka Puasa Pakai Gorengan Bisa Bikin Jerawat? Inilah Alasannya
| Penulis | : | Ulfa Lutfia Hidayati |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |