Grid.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi ikut andil dalam proses penyegelan 4 wisata yang diduga jadi biang kerok banjir Jabodetabek. Dedi Mulyadi nampak geram usai memasang plank segel hingga mengatakan keinginannya merobohkan lokasi tersebut.
“Iya dirobohkan,” ujar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dikutip dari Youtube Kompas TV.
LH bersama dengan Menko Bidang Pangan, dan Gubernur Jawa Barat telah melakukan penyegelan pada Kamis (6/3/2025). 4 tempat wisata tersebut antara lain Pabrik teh Telaga Saat, Argowisata Gunung Mas, Hibisc Fantasy, dan Eiger Adventure Land.
“Dari LH dapat aduan dari masyarakat banyak dan juga dampak banjir yang terjadi luar biasa, dalam rangka menegakan aturan hukum. Maka pertama tadi disegel. Hari ini (6/3) 4 (lokasi) besok mungkin nambah lagi,” kata Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.
Penyegelan itu dilakukan karena 4 wisata ini diduga membuat bangunan di area resapan. Hal ini yang memicu kritisnya lahan di daerah aliran sungai Ciliwung.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyebut kasus ini sudah masuk dalam pidana.
“Kami menutut dua hal pertama dari pidahanya karena berdasarkan dari kajian kita telah berkontiribusi menyebabkan banjir dengan kerugian yang besar material dan satu korban jiwa.”
“Pemerintah pusat tidak boleh diam kita harus mengambil langkah serius. Dan kejadian ini telah berulang-ulang, artinya alam telah mengkalibrasi bahwa kalau kita berbuat seperti ini terus bencana di hilir sana cukup besar,” tutur Hanif Faisol.
Lebih lanjut, Hanif juga menyoroti pembangunan lokasi wisata itu yang dilakukan secara drastis dalam 15 tahun belakangan. Pembangunan itu diduga telah merusak kawasan lindung dan konservasi air.
Baca Juga: Rumah Mewahnya Terendam Banjir, Baim Wong Ungkap Kondisi Kiano dan Kenzo di Tengah Musibah
“Ini seharusnya pohon, dulu waktu kebun teh mungkin belum ada seperti ini belum ada bangunan lain, sekarang sudah bangunan semua.”
“Tahun 2010 pemukiman 500 hektaran, saat ini sudah 1500 (hektar) sebagian besar resort besar itu ada di badan air bahkan,” ujar Hanif Faisol.
| Penulis | : | Winda Lola Pramuditta |
| Editor | : | Winda Lola Pramuditta |