Grid.ID- Apakah Anda benar-benar jatuh cinta atau hanya menjadi target penipuan?
Anda perlu mencari tahu jawaban dari pertanyaan di atas sebelum melakukan kencan di Hari Valentine.
Hari Valentine seharusnya menjadi momen penuh cinta dan kebahagiaan.
Namun, di balik pesan romantis yang Anda terima, bisa jadi ada niat tersembunyi yang lebih dari sekadar cinta.
Pakar keamanan siber memperingatkan bahwa Hari Valentine bisa menjadi puncak dari maraknya penipuan asmara online atau romance scam.
Menurut laporan Komisi Perdagangan Federal (FTC), total kerugian akibat penipuan asmara online mencapai angka fantastis sebesar $1,14 miliar pada tahun 2023.
Yang lebih mengkhawatirkan, angka tersebut belum termasuk korban yang merasa terlalu malu untuk melaporkan kasusnya.
Beberapa korban bahkan begitu yakin dengan hubungan yang mereka jalani hingga menolak untuk percaya bahwa mereka telah menjadi target penipuan, meskipun telah diperingatkan oleh pihak berwenang.
Bagaimana Modus Operandi Romance Scam?
Penipuan ini biasanya dimulai dengan pesan tak terduga di media sosial, email, atau aplikasi kencan.
Mengutip CNET, pelaku sering kali mengaku sebagai seseorang yang tinggal di luar negeri, seperti seorang wanita di negara konflik atau pria yang bekerja di lepas pantai.
Tujuannya adalah agar mereka tetap sulit dijangkau secara fisik.
| Source | : | CNET |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Nesiana |