Grid.ID - Belakangan ini ramai istilah lavender marriage.
Istilah lavender marriage ini ramai diperbincangkan, terutama kalangan muda yang aktif membahas isu-isu tentang hubungan.
Lantas apa itu lavender marriage?
Dilansir dari Kompas.com, lavender marriage adalah pernikahan antara seorang perempuan dan laki-laki yang setidaknya salah satu di antaranya memiliki orientasi berbeda, misalnya homoseksual atau biseksual.
Pernikahan itu dilakukan bukan atas dasar cinta.
Kata lavender sendiri menggambarkan perpaduan warna yang secara tradisional merujuk pada kata gender.
Maka, istilah tersebut melambangkan "non-konformitas" dalam hal gender dan seksualitas.
Lavender marriage biasanya dilakukan untuk menyembunyikan orientasi salah satu pasangan dan menghindari tekanan masyarakat.
Kendati beberapa negara memperbolehkan pernikahan sesama jenis, tekanan sosial dan stigma terhadap LGBTQ+ masih sangat kuat.
Oleh karena itu, lavender marriage menjadi pilihan bagi individu yang ingin menghindari stigma masyarakat dan melindungi karier dan reputasinya.
Tak hanya itu, pernikahan memberikan beberapa manfaat hukum dan finansial, termasuk keringanan pajak, hak waris, dan tunjangan kesehatan.
| Source | : | Kompas.com,TribunPapua.com |
| Penulis | : | Widy Hastuti Chasanah |
| Editor | : | Widy Hastuti Chasanah |