Grid.ID – Ketika mendengar kata “bela negara”, tak sedikit generasi muda yang mengaitkan kata ini dengan perang, angkat senjata, hingga bertempur. Padahal, pandangan tersebut tidak selalu benar.
Sanggahan tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Dirjen Kemenkominfo) Usman Kansong saat menghadiri forum bertajuk “Diskusi Publik: Gen Z Bela Negara, Emang Bisa?” di Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Rabu (8/11/2023).
Sebagai informasi, forum Diskusi Publik merupakan bagian dari agenda roadshow Kemenkominfo yang digelar dalam rangka menyebarkan nilai-nilai bela negara di kalangan anak muda. Agenda dihadiri oleh 100 mahasiswa fakultas Ilmu Komunikasi.
Usman mengatakan, bentuk bela negara masa kini tak lagi bisa dilakukan lewat peperangan, melainkan bisa dilakukan dengan mengedepankan sikap patriotisme yang relevan dengan dunia digital.
Bentuk patriotisme di era digital sendiri bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya, melestarikan budaya.
Baca Juga: Bijak Berekspresi di Ruang Digital, Kemenkominfo Dorong Anak Muda Paham UU ITE
Generasi muda, khususnya generasi Z, bisa melestarikan budaya dengan memahami budaya Indonesia, mengenalkan budaya Indonesia pada orang lain, selektif terhadap budaya asing, dan mengenalkan budaya Indonesia di mata dunia.
“Mayoritas internet ini banyak digunakan oleh generasi Z dan sebaiknya dimanfaatkan untuk aktifitas-aktifitas yang berhubungan dengan bela negara. Contohnya, mempertahankan budaya Indonesia atau memanfaatkan ekonomi kreatif” ujar Usman melalui rilis resmi, Kamis (9/11/2023).
Senada dengan paparan Usman, Dekan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU Hatta Ridho mengatakan bahwa generasi Z upaya bela negara juga bisa dilakukan dengan cara bijak dalam mengolah informasi yang ada di media sosial.
Ketua Prodi Ilmu Komunikasi FISIP USU Mazdalifah menambahkan, perangkat ponsel yang umum dimiliki generasi Z juga bisa dimanfaatkan untuk menyebarkan hal-hal positif yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
“Gen Z ini lahir di saat teknologi sudah berkembang pesat. Jadi, sangat banyak hal positif yang bisa dilakukan, terutama melalui media sosial,” tambahnya.
Untuk itu, Kreator Konten sekaligus Influencer Sherly Annavita mengajak agar kaum muda mulai berinisiatif melakukan upaya bela negara sejak dini. Apalagi, Indonesia memiliki undang-undang dasar (UUD) yang lebih fleksibel terkait bela negara.
“Kalau di luar negeri ada wajib militer (wamil), di Indonesia bela negaranya lebih fleksibel, sesuai UUD 1945 dan Pancasila” tambahnya.
| Penulis | : | Fathia Yasmine |
| Editor | : | Sheila Respati |