Find Us On Social Media :

Menkeu Purbaya Tolak Danai Family Office Usulan Luhut, Apa Alasan di Baliknya?

By Ines Noviadzani, Rabu, 15 Oktober 2025 | 19:51 WIB

Menkeu Purbaya tolak danai family office usulan Luhut, ternyata ada alasan di baliknya.

Grid.ID - Menkeu Purbaya tolak danai family office usulan Luhut Binsar Pandjaitan. Ternyata ini alasan sang menteri.

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa kembali menolak permintaan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan. Hal ini berkaitan dengan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN).

Purbaya dengan tegas tidak akan mengalokasikan APBN untuk pembangunan family office. Selain itu, ia mengaku belum mengetahui seperti apa konsep family office yang akan dibangun di Bali itu.

"Biar saja. Kalau DEN bisa bangun sendiri, ya bangun aja sendiri. Saya anggarannya enggak akan alihkan ke sana," tegas Purbaya, dikutip dari Tribunnews.

"Enggak, saya enggak terlibat. Kalau mau (bangun), saya doainlah. Saya belum terlalu ngerti konsepnya, walaupun Pak Ketua DEN sering bicara. Tapi, saya belum pernah lihat, apa sih konsepnya," imbuhnya.

Ia lantas menekankan bahwa APBN akan difokuskan pada program lain. Terutama yang berdampak pada ekonomi. Dalam artian, pembangunan family office bukan menjadi prioritas APBN.

"Saya fokus. Kalau kasih anggaran yang tepat, nanti pas pelaksanaannya tepat waktu, tepat sasaran, dan enggak ada yang bocor," pungkasnya.

Bukan kali ini saja Purbaya menolak permintaan Luhut, sebelumnya ia juga sempat menolak permintaan Luhut yang menyarankan agar anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dipotong. Namun hal itu jika penyerapan anggaran tidak berjalan dengan baik hingga akhir Oktober 2025 nanti.

Selain proyek family office, Purbaya juga menolak membayar utang kereta cepat Whoosh menggunakan APBN. Menurutnya, proyek Whoosh telah dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Di mana BUMN saat ini sudah berada di bawah naungan Badan pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Sehingga menurutnya, seharusnya utang Whoosh sudah bisa teratasi tanpa harus ada pembiayaan dari pemerintah.

"Yang jelas sekarang saya belum dihubungi tentang masalah itu, tapi KCIC di bawah Danantara kan, kalau di bawah Danantara kan mereka sudah punya manajemen sendiri, punya deviden sendiri," ujar Purbaya, dikutip dari Kompas.com.

Baca Juga: Sebulan Jabat Menkeu, Purbaya Yudhi Sudah Tolak 2 Proyek yang Didanai APBN, Salah Satunya Usulan Luhut