Grid.ID - Jelang Maulid Nabi 2025, masyarakat Indonesia telah bersiap menyambutnya dengan berbagai cara, mulai dari tradisi budaya hingga kegiatan keagamaan. Uniknya, beberapa daerah di Nusantara juga memiliki makanan khas yang hanya disajikan saat momen peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Dan ya, makanan-makanan tersebut ternyata juga memiliki makna sendiri selain untuk disajikan.
Berikut ini adalah empat makanan tradisional khas Maulid Nabi dari berbagai daerah di Indonesia:
1. Sumpil – Kendal, Jawa Tengah
Di wilayah Kaliwungu, Kendal, perayaan Maulid Nabi identik dengan kehadiran makanan tradisional bernama sumpil. Makanan ini dibuat dari beras yang dimasak dan dibungkus menggunakan daun bambu, lalu dibentuk menyerupai limas segitiga. Teksturnya mirip ketupat, namun dengan cita rasa dan filosofi yang unik.
Sumpil biasanya disajikan bersama sambal kelapa dan menjadi bagian dari tradisi weh-wehan (hantaran) antar warga saat memperingati Maulid Nabi. Bentuk segitiganya diyakini memiliki makna spiritual: garis ke atas melambangkan hubungan manusia dengan Tuhan (habluminallah), sedangkan garis ke bawah menggambarkan hubungan sesama manusia (habluminannas).
Menurut sejarah, sumpil telah dikenal sejak zaman Sunan Kalijaga.
2. Kuah Beulangong – Aceh
Di Aceh, peringatan Maulid Nabi sering kali diramaikan dengan masakan khas bernama kuah beulangong. Masakan ini merupakan kari kambing yang dimasak dalam beulangong belanga besar khas Aceh.
Kuah beulangong biasanya dimasak dalam jumlah besar sebagai bentuk sedekah dan kebersamaan warga.