Grid.ID - Aktris muda Shaloom Razade akan kembali menyapa para penggemar lewat kemampuan aktingnya dalam film horor terbaru The Bell: Panggilan untuk Mati. Dalam film ini, Shaloom akan berperan sebagai Isabella yang merupakan seorang aktivis di zamannya.
"Oh iya, dan Isabella itu adalah seorang aktivis. Aktivis yang membela hak-hak pribumi pada masa yang berbeda dengan mereka semua. Jadinya aku timeline-nya beda dengan cast yang lain," ujar Shaloom Razade di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (7/4/2026).
Dalam konferensi pers, Shaloom pun menceritakan tantangannya dalam memerankan karakter Isabella. Menurutnya, salah satu tantangan yang ia alami adalah belajar bahasa Belitong.
Ia ingin terlihat cukup fasih dalam berbahasa, sehingga ia belajar cukup giat untuk terbiasa berbahasa Belitong.
"Tantangannya ya soal bahasa Belitong ya. Sebisa mungkin orang, penonton percaya kalau, 'wah ini fasih banget bahasanya' dan itu sangat sulit," ujarnya.
Selain itu, ia pun belajar cara berjalan dan berbicara sebagai seorang aktivis di zamannya. Ia juga belajar bahasa Belanda untuk mendalami karakternya tersebut.
"Pasti, karena di zaman itu, mungkin cara orang berjalan saja beda, cara berbicara saja beda," ujar Shaloom.
"Apalagi juga harus mengerti berbahasa Belanda, ya kan? Harus belajar itulah, bahasa Belitong juga," katanya.
Ia pun merasa tertantang untuk mendalami karakter Isabella. Tantangan utama yang ia rasakan yaitu menjaga gerak-gerik seorang aktivis dan juga bahasa.
"Jadinya mungkin di sini tuh challenge-nya itu gerak-gerik dan juga bahasa sih, itu yang challenge utamanya," ungkapnya.
Anak dari Wulan Guritno itu pun membongkar cara dirinya untuk mendalami karakter. Salah satunya adalah menonton film-film di zaman tersebut. Selain itu, ia juga meriset bagaimana cara berpakaian hingga berbicara.
Baca Juga: Jaga Profesionalitas, Shaloom Razade Tak Anggap Wulan Guritmo sebagai Ibu di Lokasi Syuting
| Penulis | : | Christine Tesalonika |
| Editor | : | Nesiana |