Grid.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi klaim kebijakan Work From Home (WFH) Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jabar berjalan efektif. Ia pun mengungkap sederet dampak positif setelah menerapkan kebijakan WFH.
Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto kini mendorong penerapan WFH bagi ASN sebagai langkah antisipasi terhadap potensi lonjakan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Setelah mendapat arahan tersebut, beberapa daerah mulai menerapkan aturan WFH bagi ASN.
Salah satunya adalah provinsi Jawa Barat. Meski begitu, provinsi Jabar ternyata sudah lebih dulu menerapkan kebijakan WFH, bahkan sebelum mendapat arahan dari pemerintah pusat.
Hal itu diketahui dari pernyataan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dedi Mulyadi klaim WFH ASN di Jabar berjalan efektif sejak awal berjalan.
Menurut Dedi Mulyadi, efektivitas kebijakan tidak diukur dari kehadiran fisik pegawai di kantor, melainkan dari hasil pembangunan yang dihasilkan. Selain itu, keberhasilan itu juga dilihat dari capaian pembangunan dan kelancaran administrasi pemerintahan.
"Efektif. Ya, lihat saja produk pembangunannya. Produk pembangunannya berhasil atau tidak, ukurannya itu saja," ujarnya di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (30/3/2026) dilansir Kompas.com.
Dedi menyebut sejak kebijakan WFH diterapkan, tidak ada kendala berarti dalam proses administrasi. Bahkan, realisasi belanja anggaran daerah tetap optimal.
"Selama ini administrasi berjalan dengan baik. Kemudian realisasi belanja anggaran malah over," ucapnya.
Dampak Terhadap BBM
Dedi Mulyadi menyebut kebijakan WFH juga berdampak pada efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Berkurangnya mobilitas pegawai membuat konsumsi BBM di lingkungan pemerintahan menurun.
"Dengan WFH kita sudah lama BBM-nya berkurang. Artinya tidak ada problem dengan itu semua," kata Dedi.
| Source | : | Kompas.com,Tribunlampung.co.id |
| Penulis | : | Widy Hastuti Chasanah |
| Editor | : | Widy Hastuti Chasanah |