Grid.ID - Inilah enam cara mengatur keuangan agar cepat pulih. Hal ini sangat perlu usai dompet menipis setelah lebaran.
Momen Lebaran kerap diiringi peningkatan belanja rumah tangga. Pengeluaran untuk mudik, kebutuhan perayaan, pembagian THR, hingga belanja musiman sering membuat banyak orang baru menyadari kondisi keuangan mereka setelah masa liburan berakhir.
Kondisi ini mirip dengan fenomena post-holiday overspending, di mana seseorang harus kembali menata keuangan usai periode pengeluaran besar.
Para pakar keuangan menilai bahwa masa setelah liburan justru menjadi waktu krusial untuk mengevaluasi kebiasaan finansial. Tanpa pengelolaan yang tepat, tekanan keuangan pasca Lebaran bisa memicu stres dalam jangka pendek hingga meningkatkan risiko utang konsumtif.
Dikutip dari Lifehacker, berikut sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk menata kembali keuangan setelah Lebaran:
1. Mengevaluasi kondisi keuangan secara menyeluruh
Langkah pertama adalah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kondisi finansial. Catat semua pengeluaran selama Lebaran, termasuk belanja, biaya mudik, serta penggunaan kartu kredit atau pinjaman.
Penting juga menghitung total utang dan aset agar memiliki gambaran jelas dalam menyusun rencana ke depan. Selain itu, buat daftar kewajiban seperti cicilan kendaraan, pinjaman, dan tagihan kartu kredit.
Dengan memahami kondisi keuangan secara utuh, Anda bisa menentukan prioritas pemulihan dengan lebih tepat. Evaluasi ini juga membantu mengenali kebiasaan konsumsi yang perlu diperbaiki.
2. Menyusun ulang anggaran keuangan
Setelah mengetahui kondisi finansial, langkah berikutnya adalah memperbarui anggaran bulanan. Anggaran berfungsi sebagai panduan untuk mengatur kebutuhan, pembayaran utang, serta tabungan.
| Source | : | Lifehacker |
| Penulis | : | Fidiah Nuzul Aini |
| Editor | : | Fidiah Nuzul Aini |