Grid.ID- Fenomena resign setelah THR cair kembali ramai menjelang Lebaran 2026 dan menjadi perbincangan hangat di kalangan pekerja. Di media sosial, banyak warganet terang-terangan mengaku sudah merencanakan untuk keluar dari pekerjaan setelah menerima bonus dan tunjangan hari raya.

Di satu sisi, keputusan resign setelah Lebaran 2026 dinilai bisa menjadi strategi finansial yang rasional bagi sebagian orang. Namun, di sisi lain, langkah ini juga berisiko besar bila dilakukan tanpa rencana karier, kondisi keuangan yang stabil, dan kepastian pekerjaan baru.

Para pengamat menilai resign setelah momen hari raya bukan sekadar keputusan emosional, melainkan juga keputusan ekonomi rumah tangga. Lalu, apakah resign setelah Lebaran 2026 untung atau buntung?

Kenapa Banyak Pekerja Memilih Resign Setelah Lebaran 2026?

Rencana resign setelah menerima THR bukan hal baru, tetapi menjelang Lebaran 2026 fenomena ini kembali ramai dibahas secara terbuka di media sosial. Salah satunya terlihat dari unggahan TikTok yang menyebut tren tersebut sebagai “Hari Resign Nasional”.

Unggahan itu menggambarkan pola yang dianggap familiar di kalangan pekerja. Hari pertama THR cair, hari kedua mulai bicara dengan atasan, dan hari ketiga surat pengunduran diri masuk.

Percakapan serupa juga muncul dari warganet lain yang mengaku sudah merencanakan resign setelah bonus dan THR Lebaran diterima. Fenomena ini memunculkan pertanyaan yang lebih luas, apakah resign setelah Lebaran 2026 merupakan langkah cerdas atau justru keputusan yang berisiko?

Mengutip Kompas.com, Jumat (27/3/2026), pengamat ekonomi Universitas Sebelas Maret (UNS), Nurul Istiqomah, menilai keputusan resign setelah Lebaran 2026 bukan pilihan yang sepenuhnya aman, terutama bila pekerja belum memiliki kepastian pekerjaan baru. Menurutnya, alasan di balik keputusan tersebut bisa sangat beragam.

Salah satu alasan paling umum adalah ketidakpuasan terhadap pendapatan yang dirasa tidak sebanding dengan kemampuan atau beban kerja. Dalam kondisi seperti itu, mencari pekerjaan baru dianggap wajar.

Namun, bukan hanya faktor finansial yang memengaruhi. Ada juga faktor sosial dan psikologis yang ikut bermain, terutama saat momen Lebaran. Sebagian pekerja diduga memilih bertahan sementara di tempat kerja hanya untuk menghindari pertanyaan seperti “sudah kerja atau belum?” saat berkumpul bersama keluarga.

Tekanan sosial semacam itu bisa membuat seseorang menunda resign hingga Lebaran 2026 selesai. Setelah hari raya berlalu, mereka lalu mulai mencari pekerjaan yang dinilai lebih nyaman, lebih sesuai ekspektasi, atau lebih menjanjikan secara karier.

Nurul Istiqomah tidak menampik bahwa ada pekerja yang sengaja menunda resign sampai THR cair. Tambahan pendapatan dari THR memang kerap menjadi pertimbangan penting sebelum memutuskan keluar dari perusahaan.

Halaman Selanjutnya

Source : Kompas.com,Parapuan.co
Penulis : Mia Della Vita
Editor : Desy Kurniasari

Tag Popular

#berita artis hari ini

#harimau

#Ammar Zoni

#paskah

#Indonesia

#meninggal dunia

#anak

#pegawai

#viral

#air keras