Grid.ID - Berikut profil Veda Ega Pratama, pebalap Indonesia pertama yang berhasil raih podium di Moto3 Brasil 2026. Jejak kariernya kini menjadi sorotan.
Nama pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali mencuri perhatian di kancah internasional. Usai menorehkan prestasi gemilang di ajang Red Bull Rookies Cup 2025, namanya kini ramai disebut dalam bursa pembalap Moto3 musim 2026.
Veda Ega Pratama merupakan pebalap Indonesia pertama yang berhasil raih podium di Moto3 Brasil 2026. Jejak kariernya kini menjadi sorotan.
Melansir dari Kompas.com, Veda Ega Pratama lahir di Wonosari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 23 November 2008. Sejak usia empat tahun, ia sudah terbiasa dengan suara mesin dan bau bahan bakar.
Kemampuan balapnya bukan datang begitu saja, melainkan diwarisi dari sang ayah, Sudarmono. Sudarmono menyebutkan bahwa pada usia enam hingga delapan tahun, Veda mengikuti kejuaraan motocross, sebelum beralih ke balapan road race saat berusia sembilan tahun dan terus menekuni bidang tersebut hingga kini.
Sebelum meraih prestasi internasional di Mugello pada ajang Red Bull Rookies Cup 2025, Veda lebih dulu ditempa di tempat sederhana, yakni area parkir Pasar Hewan Siyono Harjo, Playen, Gunungkidul. Di lokasi tersebut, sang ayah rutin melatihnya sejak 2016.
Dari lintasan sederhana itu, kemampuannya mulai terasah, mulai dari motocross, Mini GP, hingga akhirnya fokus pada road race bersama Astra Honda Motor. Kerja kerasnya membuahkan hasil.
Tiga tahun setelah menjalani latihan intensif, Veda berhasil meraih gelar juara nasional di kelas pemula pada usia 11 tahun. Prestasi tersebut menjadi titik awal perjalanan kariernya yang kini digadang-gadang sebagai calon bintang MotoGP masa depan.
Performa Veda semakin menonjol saat tampil di Asia Talent Cup (ATC). Ia memulai debut pada 2021 dengan finis di posisi kedelapan klasemen akhir. Pada musim berikutnya, ia naik ke peringkat ketiga, hingga akhirnya mencapai puncak pada 2023 dengan torehan 256 poin rekor tertinggi sepanjang sejarah ATC sejak digelar pada 2015.
Ia juga mencatat sejarah sebagai pembalap pertama yang meraih sembilan kemenangan dalam satu musim, pencapaian luar biasa yang diraih saat usianya baru 14 tahun. Dominasi di Asia Talent Cup membuka jalannya menuju Red Bull Rookies Cup, kompetisi bergengsi sebagai gerbang ke MotoGP.
Baca Juga: Profil Roro Fitria, Artis yang Alih Profesi Jadi Penjual Kue Kering, Padahal Dulu Hidup Serba Mewah
| Source | : | Kompas.com,BolaSport.com |
| Penulis | : | Fidiah Nuzul Aini |
| Editor | : | Fidiah Nuzul Aini |