Grid.ID - Kerinduan mendalam rupanya masih menyelimuti hati aktor senior Clift Sangra. Puluhan tahun berlalu sejak kepergian sang istri, sang "Ratu Horor" Suzzanna, Clift kembali mengenang sosok belahan jiwanya tersebut lewat sebuah puisi yang menggetarkan hati.
Pesan menyentuh ini dibagikan Clift di sela-sela persiapan perilisan film terbaru produksi Soraya Intercine Films, "SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa". Bukannya membahas soal kengerian filmnya, Clift justru memilih sisi humanis untuk menggambarkan betapa berartinya Suzzanna dalam hidupnya.
Dalam penggalan puisi yang beredar, Clift mengungkapkan bahwa di matanya, Suzzanna bukanlah sosok menyeramkan seperti yang selama ini dicitrakan di layar lebar.
"Orang-orang mengenangmu sebagai legenda ratu horor Indonesia. Sebagai sosok yang menghantui layar. Tapi bagiku, kau hanyalah perempuan yang tertawa pelan di ruang tamu," tulis Clift.
Kalimat penutup puisinya pun sukses membuat netizen terharu: "Waktu boleh memisahkan ragamu dariku, tapi cintaku tak pernah belajar cara berpamitan."
Kisah cinta Clift Sangra dan Suzzanna bermula di lokasi syuting film Sangkuriang pada tahun 1982. Meski terpaut usia yang cukup jauh dan sempat menuai kontroversi, chemistry antara sang "Ratu Horor" dan aktor pendatang baru ini berlanjut hingga ke jenjang pernikahan pada tahun 1983.
Sejak saat itu, keduanya menjadi pasangan ikonik yang tak terpisahkan, baik di kehidupan nyata maupun di layar lebar melalui berbagai film horor legendaris.
Selama lebih dari 25 tahun mengarungi bahtera rumah tangga, Clift Sangra bukan hanya menjadi suami, tetapi juga pelindung dan rekan kerja setia bagi Suzzanna. Kesetiaan mereka teruji oleh waktu dan tetap bertahan hingga maut memisahkan mereka saat Suzzanna wafat pada tahun 2008.
Menariknya, kerinduan Clift ini ia tuangkan dengan ikut terjun langsung dalam film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa. Namun, ada sebuah kejutan besar bagi para penggemar horor klasik.
Jika dulu di era 80-an Clift dan Suzzanna selalu dipasangkan sebagai kekasih, kali ini Clift justru memerankan tokoh Bisman. Ia adalah penguasa desa yang kejam dan menjadi dalang di balik penderitaan Suzzanna. Bisman diceritakan tega menyantet ayah Suzzanna, yang memicu dendam membara sang Ratu Horor hingga ia nekat mempelajari ilmu hitam.
Dilema Dendam dan Cinta di Tengah Teror
| Penulis | : | Ulfa Lutfia Hidayati |
| Editor | : | Nesiana |